
Judul: Janda Anak Satu Genre: Pop Koplo Vokal: Pria Tempo: Sedang ke cepat (Ketukan kendang koplo yang renyah berpadu petikan gitar akustik manis dan organ tunggal khas pop koplo modern) [Intro] (Suara petikan gitar akustik yang romantis, tiba-tiba masuk ketukan kendang koplo santai disusul tiupan suling yang syahdu) Duh, dek... Walau statusmu tak lagi sendiri, Tapi pesonamu bikin abang setengah mati! Goyang tipis, masbro! [Bait 1] Pertama kenal, jujur sempat bikin ragu, Melihat senyummu, hatiku langsung terpaku. Bukan gadis lagi, tapi status bukan halangan, Kamu janda anak satu, tapi bikin penasaran. Anakmu lucu, manggil aku "Om ganteng", Bikin suasana hati jadi makin kenceng. Kamu mandiri, tegar hadapi dunia, Itulah yang bikin aku jatuh cinta! [Reff] Janda anak satu, manisnya nggak ketulungan! Bikin abang tiap hari kasmaran kedinginan. Walau masa lalu ada cerita tertinggal, Buat aku, kamu tetap yang paling spesial! Disayang boleh, dijaga juga pasti, Biar si kecil panggil aku "Papa" nanti. Duh, janda anak satu... Engkau ratu di dalam hatiku! (Kendang koplo makin asyik, suling mengalun merdu!) [Interlude] (Musik pop koplo bergemuruh, kendang bertalu-talu mengajak goyang santai) "Aduh, senyumnya itu lho... bikin mabuk kepayang. Lanjut!" Asik... mantap! [Bait 2] Banyak tetangga ngomong ini dan itu, Bodo amat, abang nggak mau ambil tahu. Yang penting hatiku tulus sayang padamu, Siap jadi pelindung kamu dan anakmu. Kerja keras tiap hari nggak kenal lelah, Demi masa depan kita, biar nggak salah langkah. Kamu ibu yang hebat, wanita pilihan, Mari kito merajut masa depan! [Reff] Janda anak satu, manisnya nggak ketulungan! Bikin abang tiap hari kasmaran kedinginan. Walau masa lalu ada cerita tertinggal, Buat aku, kamu tetap yang paling spesial! Disayang boleh, dijaga juga pasti, Biar si kecil panggil aku "Papa" nanti. Duh, janda anak satu... Engkau ratu di dalam hatiku! [Bridge] (Musik melambat sejenak, petikan gitar mendominasi dengan vokal penuh penghayatan) Masa lalu biarlah berlalu... Masa depan ada di pelukan kita berdua... (Kendang kembali masuk menghentak dengan cepat) Ayo goyang lagi, sayang! [Outro] Janda anak satu... Abang siap jadi imammu. Sumpah setia, selamanya untukmu! Peace out! (Ketukan kendang koplo penutup yang renyah dan panjang)

