[Intro] (clean guitar + distant city ambience) [Verse 1] Langit asing di depan mata, Aku berdiri jauh dari biasa, Usia bukan muda remaja, Tapi hati masih mahu percaya. Kereta api dan lampu neon, Langkah kecil dalam dunia besar, Tuhan… kalau ini jalan, Pimpin aku keluar dari semalam. [Pre-Chorus] Aku tak lari dari hidup, Aku cuma mahu melihat, Betapa luas dunia ini, Sebelum waktu menutup semuanya. [Chorus] Di bawah langit yang asing, Aku masih mencari diri, Belajar hidup sekali lagi, Walau usia makin pergi. Dan kalau langkah ini jauh, Jangan biar hati jatuh, Tuhan tuntun aku pulang, Sebagai manusia lebih kuat. [(solo)] (emotional melodic guitar lead) [Verse 2] Hotel sunyi dan malam panjang, Kota besar terus berjalan, Aku teringat wajah di rumah, Yang selalu jadi sebab bertahan. Kadang hidup terlalu laju, Sampai lupa siapa diri, Tapi makin jauh aku berjalan, Makin dekat hati mencari. [Pre-Chorus] Mungkin jalan belum selesai, Mungkin aku masih belajar, Jadi lelaki yang lebih tenang, Bukan sekadar mengejar. [Chorus] Di bawah langit yang asing, Aku masih mencari diri, Belajar hidup sekali lagi, Walau usia makin pergi. Dan kalau langkah ini jauh, Jangan biar hati jatuh, Tuhan tuntun aku pulang, Sebagai manusia lebih kuat. [(bridge)] (soft piano + ambient guitar) Tak semua yang hilang itu gagal, Tak semua yang lambat itu salah, Selagi dada masih bernafas, Masih ada jalan untuk berubah. [(final chorus)] Di bawah langit yang asing, Aku nampak hidup berbeza, Dunia luas tak pernah berhenti, Dan aku belum terlambat bermula. Kalau esok masih diberi, Aku mahu hidup lebih bererti, Tuhan jangan biar aku pulang, Sebagai manusia yang sama. [Outro] (clean guitar + distant city rain ambience)