
[intro] Intro (panci lembut – duk… dug… ting…) “Ya Allah… ampuni hamba…” Verse 1 Saat ujian datang mengetuk dada Terbuka rahasia yang dulu terlupa Bahwa manusia penuh dosa Lemah… tak punya apa-apa… Pre-Chorus Musibah adalah teguran cinta Agar kita kembali pada-Nya Chorus (Religius – koplo halus tapi menghanyutkan) Istighfar… ya Allah… Engkaulah tempat kami bersandar Musibah membuat hati tersungkur Menyadari bahwa kami hanyalah hamba Istighfar… ya Allah… Kami lemah tanpa pertolongan-Mu Kerendahan hati tumbuh di dada Saat kami sujud memohon ampun-Mu Verse 2 Sering dunia membuat lupa Bahwa hidup cuma titipan semata Saat segalanya tiba-tiba hilang Baru terasa betapa berharganya iman Pre-Chorus 2 Tak ada kekuatan kecuali dari-Mu La haula wa la quwwata illa billah Chorus 2 (lebih dalam – hentakan koplo religius) Istighfar… ya Ghafur… Lembutkan hati yang keras dan sombong Musibah bukan hukuman Tapi jalan untuk kembali pada-Mu Istighfar… ya Rahman… Ampuni langkah yang pernah menyimpang Engkaulah cahaya di gelap malam Engkaulah tempat hati berserah Bridge (panci + zikir lembut) “Astaghfirullaah… astaghfirullaah…” Bila hati jauh… Engkau yang memanggil Bila jiwa kosong… Engkau yang mengisi Dengan musibah Engkau ajarkan Arti tunduk dan berserah diri Final Chorus (Religius + koplo syahdu memuncak) Istighfar… ya Rabb… Lapangkan dada kami dengan ridha-Mu Musibah hanyalah pintu Agar kami pulang kepada-Mu Istighfar… ya Karim… Terimalah taubat hamba yang hina Kerendahan hati adalah nikmat Yang Engkau hadiahkan lewat ujian… Outro: “Astaghfirullah… astaghfirullah… Ya Allah ampuni kami…” [instrument] {end]

