
(Bait 1, iringan biola dan suara petikan gitar pembangun hati dan jiwa) Jiwaku gersang... hancur menghitam... Tersesat buta di rimba dunia... Lalu tanganmu yang suci menyentuh pundakku, Membasuh daki, meruntuhkan keangkuhanku. (Bait 2, biola irama sufistic, orkestra megah) Kau tatap mataku dengan cinta sang kekasih, Cinta yang lahir dari takhta Arsy. Engkau begitu sempurna, peluk aku yang berdosa, Tangisan sunyi di penghujung sepi... demi keselamatanku.! (Bait 3, Paduan suara..) Wahai Guruku...Engkau pemegang hati dan jiwa ku.! Napasmu ridho ku, Dzikirmu nyawa ku.! Kau seret jiwaku yang ronta dari neraka nafsu, Kau tuntun paksa menuju pelataran ridho Ilahi.! Tanpa ikhlasmu.. runtuhlah aku.! Tanpa tuntunanmu.. leburlah jiwaku.! (Bait 4) Darah dan air mata kau jadikan lentera, Jembatan berkah dunia sampai akhirat Satu rindumu yang menerangi semesta Melihat muridmu... nikmat di pelukan Allooh..! (Bridge,Puncak Emosi..) Ya Allooh... Demi ketulusan Sang kekasih-Mu ini... Jangan haram kan kami dari syafaat ruhaninya.! Satukan ruh kami di keabadian-Mu... Di bawah panji ridho-Mu... (Outro,) Air mata ini saksinya... Engkau menuntun jiwaku pulang... Menuju...Sang Maha Cinta.. (Bridge,Puncak Emosi..) Ya Allooh... Demi ketulusan Sang kekasih-Mu ini... Jangan haram kan kami dari syafaat ruhaninya.! Satukan ruh kami di keabadian-Mu... Di bawah panji ridho-Mu... (Outro,) Air mata ini saksinya... Engkau menuntun jiwaku pulang... Menuju...Sang Maha Cinta..

