
[Intro] [Atmospheric Rain Sounds & Melodic Electric Guitar Solo] [Slow 80s Rock Drums Enter] [Verse 1] Langkah kaki ini melintasi sudut aspal basah Lampu kota samar berbayang di dalam resah Gedung-gedung asing menatap tanpa suara Namun riak rindunya... terasa begitu familiar [Pre-Chorus] (Female Backing Vocal: Ooooh... di mana kita...) Gerimis jatuh menyapu jejak masa lalu Mengingatkan hati pada janji yang telah membeku [Chorus] Di kota tanpa nama, simfoni gerimis bergema (Female Harmony: Bergema di dalam jiwa) Menyimpan kenangan yang tak pernah sirna Mencari bayangmu di antara dingin malam (Female Harmony: Malam yang kelam) Hanya ada rindu yang terus tenggelam [Verse 2] Setiap tetes air membisikkan namamu Di lorong sunyi yang dulu asing bagiku Suara angin malam membawa nostalgia Menjeritkan nama yang hilang dalam bayang-bayang [Chorus] Di kota tanpa nama, simfoni gerimis bergema (Female Harmony: Bergema di dalam jiwa) Menyimpan kenangan yang tak pernah sirna Mencari bayangmu di antara dingin malam (Female Harmony: Malam yang kelam) Hanya ada rindu yang terus tenggelam [Music Bridge - Emotional Guitar Solo] [Soaring Screaming Electric Guitar Solo] [Heavy Bass & Dynamic 80s Rock Drums] [Bridge] (Female Vocal Solo) Waktu berhenti... di tempat asing ini... (Husky Male Vocal - Powerful) Namun hatiku tahu... engkau pernah di sini! [Chorus - Max Energy & Full Emotion] Di kota tanpa nama, simfoni gerimis bergema (Female Harmony: Bergema di dalam jiwa) Menyimpan kenangan yang tak pernah sirna Mencari bayangmu di antara dingin malam (Female Harmony: Malam yang kelam) Hanya ada rindu yang terus tenggelam [Outro] (Female Backing Vocal: Simfoni gerimis... kota tanpa nama...) Hujan mulai reda... namun rindu tak jua usai... [Slow Crying Lead Guitar Solo] [Fade Out] [End]

