
[intro] [Verse 1] Ada yang menyebut-Mu ribuan kali Tapi tak merasa damai di hati Ada pula yang lirih menyebut satu kali Namun air matanya tak berhenti [Verse 2] Bukan di banyaknya huruf Tapi di lapangnya hati yang lurus Bukan suara yang lantang Tapi ruh yang tenang karena-Mu, ya Tuhan… [Chorus] Indahnya menyebut nama-Mu Hanya hati yang penuh tahu Yang merasa Engkau dekat selalu Hingga dzikir jadi pelita kalbu Tak semua yang mengucap Merasakan hangat yang Kau beri Karena hanya yang jiwanya penuh Yang merasakan nikmatnya puji… [Verse 3] Mereka yang hatinya lapang Tak pernah jemu mengingat-Mu Karena Engkau bagi mereka Adalah rumah… adalah pelukan yang tak pernah semu [Bridge – lembut dan dalam] Ya Allah... Bersihkan dadaku dari sibuk dunia Luaskan hatiku agar Kau tinggal di sana Agar setiap lafaz yang kusebut Adalah cinta... bukan sekadar rutinitas [Chorus – ulang, lebih emosional] Indahnya menyebut nama-Mu Hanya hati yang penuh tahu Yang merasa Engkau dekat selalu Hingga dzikir jadi pelita kalbu Tak semua yang mengucap Merasakan hangat yang Kau beri Karena hanya yang jiwanya penuh Yang merasakan nikmatnya puji… [Outro – lirih dan menenangkan] Berilah kami hati yang lapang Agar dzikir tak hanya di lisan Tapi tumbuh dari dalam Seperti bunga… dari taman ruhani… [instrument] [end]

