[intro] 🎶 Verse 1 (Informatif) Kadang hidupmu tenang dan lapang Rezeki deras, harapan pun terang Itu semua tanda cinta dari Tuhan Agar kau ingat dan semakin dekat pada-Nya Tapi bila engkau lupa dan lalai Asyik dalam nikmat yang fana dan usang Allah tak tinggal diam… Ia akan mengetukmu lewat ujian yang datang 🎶 Chorus (Argumentatif) Kembali... atau dikembalikan Dengan kasih-Nya atau dengan ujian Bila lembut tak kau tanggapi Bersiaplah cambuk-Nya mengajak kembali Tapi itu bukan murka yang membinasakan Itu kasih yang tak rela kau jauhkan Tiap luka bisa jadi jalan pulang Tiap musibah tanda rindu yang mendalam 🎶 Verse 2 (Argumentatif) Mengapa menunggu pedih baru tersadar? Mengapa tak bersyukur saat hidupmu mekar? Dia ingin kau pulang, tanpa harus terguncang Tapi jika perlu, badai pun akan datang Karena lebih baik tersakiti di dunia Daripada tersesat selamanya Lebih baik diingatkan lewat derita Daripada terus lalai dalam bahagia semu belaka 🎶 Bridge (Refleksi) Apa kau merasa Allah menjauh? Atau justru kamulah yang perlahan runtuh? Nikmat yang tak disyukuri, berubah jadi hukuman Tapi semua itu agar kau kembali ke pelukan Tuhan 🎶 Chorus (Reprise) Kembali... atau dikembalikan Dengan kelembutan atau peringatan Bila cinta tak kau balas hari ini Bersiaplah dibimbing lewat sakit yang suci Namun tak ada yang sia-sia dari kasih-Nya Cobaan pun bisa jadi cahaya Dia tak ingin kau binasa Dia ingin hatimu kembali berserah sepenuhnya 🎶 Outro (Doa Penutup) Ya Allah... Lembutkan hatiku agar cepat kembali Jangan biarkan aku menunggu cambuk-Mu yang menyakiti Cukuplah nikmat-Mu jadi pengingat Dan rahmat-Mu jadi jalan untuk kembali taat... [instrument] [end]