[intro] Verse 1: Di sajadah terakhir, ia terbaring lemah Tusukan menghujam, namun hatinya tak goyah Ia masih bertanya, “Sudahkah kalian shalat?” Iman yang mengakar, hingga akhir hayat Verse 2: Tak ia pilih pengganti dengan tangan sendiri Namun enam sahabat, ditunjuk dengan hati-hati Syura jadi warisan, bukan warisan tahta Kepemimpinan baginya adalah amanah, bukan mahkota Chorus: Wasiat Umar di ujung nafasnya Bukan tentang dunia, bukan harta Tapi shalat, keadilan, dan takut pada Allah Agar umat tetap di jalan lurus tanpa gundah Verse 3: Ia berkata, “Tak ada Islam tanpa shalat” Pesan bagi kita, umat yang sering lalai dan cepat penat Ia titipkan umat pada pemimpin yang adil Bukan yang tamak, tapi yang hati dan lisannya jujur dan halil Bridge: Ia ingin mati syahid di tanah Rasulullah Dan Allah kabulkan, di Madinah tercinta Di samping Abu Bakar dan Nabi mulia Ia berbaring, tenang dalam cinta Final Chorus: Wasiat Umar bukan sekadar kata Tapi cahaya petunjuk sepanjang masa Pemimpin sejati bukan yang ditakuti Tapi yang menangis saat diadili ilahi Outro (Lembut): Kini kita mewarisi kisah yang besar Akankah kita hidup seperti Umar? Menjaga shalat, adil dan takut Tuhan Atau sekadar mencintai cerita, tanpa teladan? [instrument] [end]