[intro] Verse 1 – Cinta Itu Karunia (Pasal 221) Tak kumulai langkah ini sendiri Bukan aku yang lebih dulu mencari Tapi Kau yang meniupkan kasih Ke dalam hati yang dulu sunyi Cinta ini bukan ciptaanku Tapi cahaya dari-Mu Yang Kau titipkan dalam dada Agar aku kembali kepada-Mu jua Chorus – Trilogi Cinta Hakiki Cinta hakiki dimulai dari-Mu Hati resah bila jauh dari-Mu Dan bila benar aku mencintai Kusiapkan hati untuk Kau huni Verse 2 – Gelisah Saat Jauh (Pasal 222) Aku tak tenang meski dunia bersinar Bila Kau jauh, segalanya hambar Lidah bisa tersenyum palsu Tapi hati memanggil-Mu selalu Tiada yang menenangkan jiwaku Selain ingat dan dekat pada-Mu Kau satu-satunya ketentraman Dalam gelombang kehidupan Chorus – Trilogi Cinta Hakiki Cinta hakiki dimulai dari-Mu Hati resah bila jauh dari-Mu Dan bila benar aku mencintai Kusiapkan hati untuk Kau huni Bridge – Siapkan Hati (Pasal 223) Jangan sekadar berkata “aku cinta” Sementara hati dipenuhi dunia Cinta itu memberi ruang Untuk yang dicinta tinggal tenang Jika benar aku mendamba Harus kusingkirkan selain Dia Karena cinta sejati itu Tak berbagi… hanya untuk-Mu Final Chorus – Trilogi Cinta Hakiki Cinta hakiki tak bisa pura-pura Ia lahir karena Cahaya-Nya Ia hidup dalam rindu tiada tara Dan ia tumbuh di hati yang bersih dari yang fana Outro (spoken word dengan musik lembut): "Cinta sejati bukan milik siapa yang bicara… tapi siapa yang hatinya bersih untuk hanya Dia." "Dan ketika kau temukan gelisah di dunia… itu tanda Dia sedang memanggilmu pulang." [instrument] [end]