
Hendak Seribu Daya
[Intro, Gentle acoustic guitar, Warm pads] Hidup ini, satu perjalanan Penuh ujian, penuh dugaan Kadang badai, kadang tenang Namun jiwa tetap mencari Tuhan [Verse 1, Reflective tone] Bukan alasan yang kita pegang Bukan dalih untuk berpulang Kekuatan sebenar bukan pada tangan Tapi hati yang redha, hati yang tenang [Pre-Chorus, Rising melody] Sejarah menulis mereka yang berjuang Bukan mereka yang tenggelam dalam alasan Setiap daya, setiap langkah kecil Allah gandakan, jadi tak terjangkau akal [Chorus, Strong vocal lift, Layered harmonies] Hendak seribu daya Tak hendak seribu dalih Allah sudah janji, kita mampu Jangan menyerah sebelum berjuang Hendak seribu daya Tak hendak seribu dalih Dengan Allah, segalanya mungkin Tanpa Dia, tiada apa yang kekal [Verse 2, Softer, emotional delivery] Lihatlah pemuda Kahfi, tinggalkan dunia zalim Hanya daya iman, Allah muliakan mereka Lihatlah syuhada, meski tubuh penuh luka Masih bertakbir, masih berkata Hasbunallah [Bridge, Emotional break, Piano + Strings] “Ya Allah, jangan serahkan diriku pada diriku sendiri” Doa seorang hamba, doa penuh rendah hati Bukan soal gagal, bukan soal menang Tetapi apa usahamu, itu yang ditimbang [Chorus, Repeat with added power, Choir harmonies] Hendak seribu daya Tak hendak seribu dalih Allah sudah janji, kita mampu Jangan menyerah sebelum berjuang Hendak seribu daya Tak hendak seribu dalih Dengan Allah, segalanya mungkin Tanpa Dia, tiada apa yang kekal [Outro, Gentle fade, Acoustic + Soft humming] Hidup ini singkat, jangan sia-siakan Gunakan sisa usia untuk seribu daya Kerana di hujung nanti hanya satu jawapan “Ya Allah, aku berusaha… aku tidak berhenti mengetuk pintu-Mu” [End, Soft humming, Echoed refrain: “Seribu daya… seribu daya…”]

