
[intro] Verse 1: Pernah kurasa sendiri, Terjatuh dan tak dimengerti. Langit pun seakan bisu, Kusangka Kau jauh dariku… Pre-Chorus: Tapi kala hatiku beningkan prasangka, Kudengar suara-Mu dalam jiwa. Ternyata Engkau tak pernah jauh, Bahkan lebih dekat dari denyut nafasku… Chorus: 🌌 Jika aku bersangka baik pada-Mu, Akan kulihat kasih-Mu dalam segala hal. Kau lebih dekat dari pikirku, Lebih nyata dari sentuhan waktu. 💫 Tuhan… Maafkan aku yang ragu, Padahal Engkau tak pernah berlalu. Kini kutahu, dalam setiap sepi, Kau lebih dekat dari diriku sendiri. Verse 2: Ternyata Kaulah yang selalu menuntunku, Dalam diam dan langkah yang tak tentu. Sementara aku sibuk mencurigai, Padahal Engkau selalu di sisi… Bridge (spoken lembut): "Law ḥassanta ẓannaka..." "la-ra’aytahu aqraba ilayka min-ka ilayka..." “Kalau kau bersangka baik kepada-Nya… Kau akan lihat Dia… lebih dekat daripada engkau kepada dirimu sendiri…” Chorus (reprise): 🌌 Baik sangka adalah kunci damai, Yang membuka kehadiran-Mu dalam segala. Saat aku percaya pada cinta-Mu, Segala bebanku berubah menjadi cahaya-Mu. 💫 Kini kutahu… Dalam tawa dan air mataku, Kau selalu ada, tak pernah berlalu… Lebih dekat… dari diriku sendiri… Outro: Tuhan… Engkaulah yang selalu dekat… Bahkan saat aku lupa menyebut nama-Mu… [instrument] [end]

