[intro] 🎶 Verse 1 Tak perlu takut kehilangan Jika kau rawat dengan kesadaran Nikmat tak lari tanpa alasan Tapi dia pergi saat kau lalai penjagaan 🌟 Chorus ⚖️ Jangan takut, jika kau benar menjaga ⚖️ Tapi jangan harap lebih, bila kau lupa bersyukur padanya Nikmat bukan sekadar diberi Tapi diukur: adakah kau layak diberi lagi? 🎤 Interaktif Argumentatif (Dua vokal/tanya-jawab) A: “Apakah menjaga berarti tak akan hilang?” B: “Selama kau jaga, ia punya alasan untuk bertahan.” A: “Tapi aku ingin nikmatku bertambah.” B: “Sudahkah kau syukuri yang pertama?” A: “Syukur itu di hati atau lisan?” B: “Keduanya, dan lebih penting: dalam perbuatan.” A: “Kalau aku berdoa tapi tak bersyukur?” B: “Itu seperti meminta tapi menolak tanggung jawabnya.” 🎶 Refrain 🎵 Syukur itu kunci bertambah Penjagaan itu benteng bertahan Kau ingin ia tetap atau tambah? Tunjukkan: pantaskah kau mendapatkannya? 🎵 Outro (Lembut, merenung) Nikmat bukan soal jumlah Tapi soal amanah dan tanggapan Kau bisa takut atau berharap Tapi Allah menilai: apakah kau menjaga, dan adakah syukur yang kau bawa? [instrument] [end]