
[intro] [Verse 1 — ajakan lembut] Saat hatimu berat memikul luka Dan lidahmu kelu untuk bicara Kepada siapa kau berpaling? Pada siapa air matamu jatuh pagi ini? [Interlude (pertanyaan interaktif)] Adakah kau sadar... Saat kau mengetuk pintu manusia Kau sedang berpaling dari Yang Maha Mendengar? [Chorus — sugestif, menggugah kesadaran] Kepada siapa kau mengadu? Adakah selain Dia yang lebih tahu? Adakah tangan yang lebih layak Untuk tempatmu menggantung harap? [Verse 2 — memperdalam renungan] Mereka yang kau anggap kuat Juga sedang rapuh di balik senyap Mereka yang kau beri harapan Juga sedang menggenggam kehampaan [Pre-Chorus — nada lirih, menyentuh batin] Apa tak cukup bagimu Bahwa Dia tak pernah menutup pintu? [Chorus — ulang, lebih emosional] Kepada siapa kau mengadu? Adakah wajah yang tak berpaling darimu? Adakah jiwa yang mampu menampung Seluruh gelisahmu seperti Dia mampu? [Bridge — intens dan penuh makna] Jangan kau letakkan harga dirimu Di bawah yang fana dan lemah Saat engkau bisa bersimpuh Di hadapan Dia yang Maha Pemurah [Final Chorus — ajakan terakhir penuh kehangatan] Kembalilah, angkat tanganmu Tapi hanya kepada Dia yang tak pernah jemu Berbicaralah meski tanpa kata Dia tahu, bahkan saat kau hanya diam saja [Outro — penutup yang dalam] Kebutuhanmu bukan beban bagi-Nya Tapi kehormatan bagimu untuk berserah Jangan rendahkan dirimu pada yang fana Saat engkau punya Allah yang Maha Kaya [intrument] [end]
Comments are disabled on this song
