Song Cover Image

Yang Dijamin, dan yang Dituntut

[intro] ๐ŸŽค (Verse 1 โ€“ Penyanyi utama) Mengapa kau kejar yang sudah dijamin? Rezeki tak pernah salah alamat Tapi shalatmu masih kau tunda Zikrullah tertinggal di ujung sempat ๐ŸŽถ (Respons โ€“ Audiens/anak-anak) Bukankah kita harus bekerja? Bukankah dunia juga tanggung jawab kita? Apa salahnya sibuk mencari? Apa salahnya ingin rezeki? ๐ŸŽค (Verse 2 โ€“ Penyanyi utama) Bekerja bukan salahnya, Tapi hatimu tertambat di sana Sampai lupa pada yang menuntut, Sampai lalai pada yang paling mutlak ๐ŸŽถ (Respons โ€“ Audiens) Jadi apa yang paling utama? Apa yang harus kami kejar lebih dulu? Jika rezeki pasti tiba juga, Haruskah amal jadi nomor satu? ๐ŸŽค (Chorus โ€“ Bersama) ๐ŸŒŸ Yang dijamin jangan buatmu lupa, ๐ŸŒŸ Yang dituntut itulah amanah sesungguhnya. ๐ŸŒ™ Rezeki tak perlu kau kejar mati-matian, ๐ŸŒ™ Tapi ridha Allah... itu yang harus kau pertahankan. ๐ŸŽต (Bridge โ€“ kontemplatif) Banyak yang lelah karena dunia Tapi tak sempat letih di sajadah Banyak yang menang di pasar dan angka Tapi kosong saat datang panggilan ibadah ๐ŸŽค (Verse 3 โ€“ Penyanyi utama) Kau belajar segala strategi Untuk dunia yang akan pergi Tapi tak kau hafal satu ayat Yang bisa selamatkanmu di akhirat ๐ŸŽถ (Respons โ€“ Audiens) Kami mengerti kini bedanya Antara usaha dan lupa arah Kami ingin mengejar ridha Bukan sekadar angka di lembar gajah ๐ŸŽค (Final Chorus โ€“ Semua bersama, dengan semangat reflektif) ๐ŸŒŸ Yang dijamin jangan buatmu lupa, ๐ŸŒŸ Yang dituntut itulah amanah sesungguhnya. ๐ŸŒ™ Rezeki datang tak pernah terlambat, ๐ŸŒ™ Tapi amal, bisa tertinggal dan terlambat. ๐ŸŽผ Penutup (lembut dan bijak): "Yang kau kejar bisa jadi menipumu, Yang kau abaikan bisa jadi penyelamatmu." [instrument] [end]