
[intro] Verse 1: Penaklukan Syam Langit Syam bersaksi pada barisan yang datang Pasukan Islam berbaris membawa terang Di bawah komando Abu Ubaidah sang panglima Dengan Khalid bin Walid membelah gelap dunia Yarmuk jadi saksi pertarungan akbar Melawan Romawi dengan iman yang besar Damaskus pun tunduk tanpa tangis darah Penduduk menyambut dengan keadilan yang ramah Chorus: Itulah zaman Umar yang agung Syam dan Irak terbuka oleh takbir yang lantang Bukan sekadar perang dan besi Tapi dakwah, adil, dan janji ilahi Verse 2: Penaklukan Irak Di tanah Irak, Sa’d bin Abi Waqqas melangkah Qadisiyyah jadi medan paling megah Pasukan Kisra tumbang di bawah langit tawadhu’ Pasukan Islam sujud sebelum panji dikibarkan penuh Tigris dan Efrat menyaksikan Kota-kota besar mulai terbuka jalan Madain, istana Kisra pun diambil Tanpa rakus, harta diserah pada Baitul Mal yang adil Pre-Chorus: Di setiap kota, Umar kirim surat “Perlakukan penduduk dengan adil dan sabar” Tak ada pemaksaan dalam agama Islam datang memberi cahaya Chorus: Itulah zaman Umar yang agung Syam dan Irak terbuka oleh takbir yang lantang Bukan sekadar perang dan besi Tapi dakwah, adil, dan janji ilahi Bridge: Tak ada rampasan yang dibawa pulang Kecuali kejujuran dan kehormatan umat Di bawah panji Umar, hukum ditegakkan Muslim dan non-Muslim diperlakukan seimbang Final Chorus: Syam dan Irak jadi mercusuar baru Bersinar dalam ilmu dan peradaban satu Umar tak hanya penakluk negeri Tapi penjaga nilai, adil, dan nurani Outro: Kini sejarah menjadi pelita Dari jaman Umar, kita belajar makna Bahwa kemenangan bukan di pedang Tapi di hati yang tunduk pada Tuhan Yang Maha Menang [instrument] [end]

