Song Cover Image

Iri dan Kikir, Dua Racun Hati - لغزالي

[intro} [Verse 1 – Pembuka] Dari Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn yang mulia Ghazālī ungkap penyakit jiwa Rubʿ al-Muhlikāt jadi cermin batin Bawa kita kenali racun yang tersembunyi dan rutin Hasad itu iri pada nikmat orang lain Tak rela saudara mendapatkan kebaikan Bakhil itu cinta harta berlebihan Tak mau memberi walau mampu dan berkemampuan [Chorus – Reffrein] Iri membakar amal dalam diam Kikir mengikat hati dalam kelam Ghazālī ajar: lepaskan semua Buka tanganmu, bersihkan dada Bukan rezekimu yang berkurang saat memberi Tapi jiwamulah yang akan diberi Bukan hartamu yang hilang saat berbagi Tapi dosamulah yang akan terganti [Verse 2 – Hasad (Iri Hati)] Hasad tak ubahnya api dalam jiwa Yang senang bila orang lain menderita Ghazālī bilang: hasad musuh amal Hapus pahala tanpa kita tahu asal Ingatlah: nikmat itu pemberian Tuhan Tak berkurang meski diberikan pada teman Doakan saudaramu, bersihkan hati Karena rezeki tak tertukar—itu janji Ilahi [Verse 3 – Bakhil (Kikir)] Bakhil itu bukan sekadar hemat Tapi enggan memberi walau sudah kuat Takut miskin, padahal Allah Maha Kaya Tak percaya janji-Nya saat disuruh berbagi harta Ghazālī tulis: bakhil itu penghalang Jalan menuju surga jadi bimbang Padahal memberi itu penyuci jiwa Dan pelindung dari api neraka [Bridge – Kontemplasi Jiwa] Jangan simpan hasad dalam relung kalbu Ia akan tumbuh jadi bencana yang baru Dan jangan biarkan bakhil jadi tabiat Karena harta sejati ada saat kita manfaat [Chorus – Reffrein Ulang] Iri membakar amal dalam diam Kikir mengikat hati dalam kelam Ghazālī ajar: lepaskan semua Buka tanganmu, bersihkan dada Bukan rezekimu yang berkurang saat memberi Tapi jiwamulah yang akan diberi Bukan hartamu yang hilang saat berbagi Tapi dosamulah yang akan terganti [Outro – Penutup Reflektif] Rubʿ al-Muhlikāt bukan untuk dibaca saja Tapi dijadikan cermin dan penawar jiwa Lawan hasad dengan cinta dan doa Lawan bakhil dengan sedekah yang nyata [instrument] [end]