
BIAR HUJAN YANG BICARA biar hujan yang bicara, kita cukup duduk dan denting sendok seduh kopi menemani sesap pahitnya: lidah kitalah yang sering mengutas getir kalimat-kalimat membenar menyalah liyan telinga tegak menyalak angkuh: masuk kanan lalu kiri membuang arogan sekarang, mari lihat dan dengar rintiknya bukan pelangi saja yang datang, titisnya lebih ikhlas menjawab setiap doa hamba dan serapah ingkar bumi letih beranjak subur menumbuhkan langit pekat asap jingga luruh kebeningan merabuk biji-bijian tumbuh kemakmuran dan hujan tak pernah busung pengakuan mengalir air menuju bening rendah hati namun jika bandang menggulung belam bencana bukan hujan menyasar kejam dendam tangan-tangan kitalah perusak sengaja mungkar demi keuntungan sesat khianat hujan jadi tersangka yang diabadikan biar hujan yang bicara menitik batu kita seharusnya melihat catatan hujan adalah rahmat yang selalu dilupakan dia tak pernah berhenti memberi menyinggahi mendung kelam membulir kristal kesejukan kedamaian sekarang, mari lihat dan dengar rintiknya bukan pelangi saja yang datang, titisnya lebih ikhlas menjawab setiap doa hamba dan serapah ingkar bumi letih beranjak subur menumbuhkan langit pekat asap jingga luruh kebeningan merabuk biji-bijian tumbuh kemakmuran dan hujan tak pernah busung pengakuan mengalir air menuju bening rendah hati namun jika bandang menggulung belam bencana bukan hujan menyasar kejam dendam tangan-tangan kitalah perusak sengaja mungkar demi keuntungan sesat khianat hujan jadi tersangka yang diabadikan biar hujan yang bicara menitik batu kita seharusnya melihat catatan hujan adalah rahmat yang selalu dilupakan dia tak pernah berhenti memberi menyinggahi mendung kelam membulir kristal kesejukan kedamaian

