
[intro} 🎶 Verse 1 (Argumentatif) Katamu kau rindu cahaya-Nya Namun hatimu masih mengejar dunia Katamu ingin mendekat Namun langkahmu berat oleh hasrat Bagaimana bisa engkau berharap Tirai terbuka, jika masih lekat Pada hal-hal yang buatmu lupa Pada-Nya yang patut disembah nyata? 🎶 Chorus (Interaktif) Tanya dirimu: Apa yang kau relakan untuk Dia? Apa yang kau tinggalkan demi cinta-Nya? Hijab itu bukan di langit Tapi di hatimu yang masih terikat! Lepaskan... semua yang jadi penghalang Karena Dia tak bisa disandingkan Dengan cinta yang setengah hati Dengan dunia yang jadi ilusi 🎶 Verse 2 (Argumentatif) Bukan Dia yang jauh darimu Tapi dirimulah yang belum sungguh rindu Cinta sejati butuh ruang kosong Bukan hati yang penuh dengan bayang-bayang kosong Jangan harap dibukakan tabir Jika tanganmu masih menggenggam kabut yang getir Lepaskan, bersihkan, dan pasrah Barulah tampak Wajah-Nya yang indah 🎶 Bridge (Refleksi Interaktif) Maukah kau memilih Dia Daripada segalanya yang fana? Beranikah kau kosongkan dada Agar hanya Dia yang terasa? Hijab itu bukan kutukan Tapi panggilan untuk penyucian Jangan hanya berharap Tapi bertindaklah sebagai pencari yang mantap 🎶 Chorus (Reprise) Tanya dirimu: Apa yang kau relakan untuk Dia? Apa yang kau tinggalkan demi cinta-Nya? Hijab itu bukan di langit Tapi di hatimu yang masih terikat! Lepaskan... semua yang jadi penghalang Karena Dia tak bisa disandingkan Dengan cinta yang setengah hati Dengan dunia yang jadi ilusi 🎶 Outro (Doa Penutup) Ya Allah... Tolong buka tirai di hati ini Bantu kami menyingkirkan dunia dari nurani Agar Engkau saja yang tampak dan terasa Dalam setiap napas, dalam seluruh rasa [instrument] [end]

