
Takut dan Harap
[intro] [Verse 1 – Tentang Khauf] Ghazālī berkata: takut itu cahaya Yang menjaga jiwa dari celaka Bukan takut pada murka semata Tapi takut kehilangan cinta-Nya Khauf menahan lidah dari dusta Menjaga langkah dari dosa Ia bukan ketakutan yang membuat lari Tapi takut yang justru mendekatkan diri [Chorus – Reffrein 1] Ya Rabb... aku takut Bukan hanya pada neraka yang menyala Tapi takut... Kau berpaling dariku Dan biarkan aku tenggelam dalam dunia Namun di balik khauf... Kau ajarkan rajā’, harapan yang hidup Karena kasih-Mu lebih luas dari dosa Dan ampunan-Mu tak bertepi selamanya [Verse 2 – Tentang Rajā’] Rajā’ adalah pelita bagi jiwa yang lelah Yang tetap berharap meski penuh salah Bukan harapan tanpa amal Tapi harapan yang membuat hati terus menyesal Ghazālī berkata: “Jika khauf adalah cambuk, maka rajā’ adalah pelukan yang lembut.” Ia yang membuat hamba terus mengetuk Pintu ampunan yang tak pernah tertutup [Chorus – Reffrein 2] Ya Rabb... aku berharap Meski banyak noda di dalam lembaran hidupku Aku tahu... Kau Maha Memaafkan Dan rahmat-Mu mendahului murka-Mu Maka izinkan hatiku terbang Dengan dua sayap: khauf dan rajā’ Takut yang menjaga... harap yang menguatkan Di jalan-Mu... aku ingin menetap dan pulang [Outro – Penutup] Ghazālī mengajarkan satu hal yang pasti: “Takutlah tanpa putus asa… dan berharaplah tanpa merasa aman dari murka.” Karena iman sejati… ada dalam keseimbangan antara khauf dan rajā’ yang abadi 📝 [instrument] [end]

