[intro] Verse 1 Dua saudara, lahir dari Adam Hābīl dan Qābīl, ujian pun datang Mereka membawa persembahan Pada Allah yang Maha Mengetahui hati insan Pre-Chorus Satu diterima, satu ditolak Bukan pada bentuk, tapi niat yang menggerak Chorus Inilah kisah dari langit Tentang dengki yang membakar batin Qābīl berkata: “Aku kan membunuhmu” Tapi Hābīl menjawab dengan teduh “Jika kau ulurkan tangan tuk membunuhku Aku takkan membalas, aku takut pada Tuhanku” Verse 2 Dalam Al-Bidāyah, tertulis rapi Tentang awal darah manusia mengalir di bumi Qābīl pun menyesal tak bertepi Namun tak tahu harus apakan jasad saudaranya sendiri Pre-Chorus Lalu Allah kirimkan seekor burung gagak Yang mengubur, jadi tanda dan petunjuk langkah Chorus Ia pun menangis dalam sesal “Celakalah aku, tak tahu cara mengubur satu jasad pun” Beginilah awal tragedi manusia Dimulai dari hati yang tersulut dosa Dari iri, dengki, dan hilangnya taqwa Lahir kejahatan yang pertama Bridge Tak cukup hanya jadi anak nabi Bila hati penuh iri dan dengki Tapi Hābīl ajarkan kita damai Teguh dalam iman, meski nyawa jadi taruhan yang dibayar mahal Chorus (modulasi) Kisah ini bukan dongeng biasa Ia ayat dalam Al-Mā’idah yang mulia Agar kita belajar menjaga hati Dari api amarah dan nafsu yang menyesatkan diri Setiap darah yang tertumpah kemudian hari Ada beban Qābīl di dalamnya, takkan terganti Outro Dua saudara, satu ujian Awal kisah konflik dalam kehidupan Tapi dalamnya tersimpan pelajaran Bahwa damai dan sabar adalah jalan keselamatan [instrument] [end]