[intro] [Verse 1] Pernahkah kau lalai dalam salat Lalu jiwamu gundah sesaat? Pernahkah kau lewatkan waktu suci Lalu hatimu terasa perih, meski sendiri? [Verse 2] Atau… Pernahkah kau jatuh dalam salah Namun tak ada luka yang kau rasa? Pernahkah dosamu lewat… Seperti angin, dan kau tak peduli apa yang hilang? [Pre-Chorus – tanya sunyi] Masihkah hatimu hidup…? Ataukah ia telah beku…? Sebab hati yang hidup Akan menangis bila jauh dari Tuhannya… [Chorus] 🎶 Bila engkau tak bersedih Saat kehilangan amal salih Bila engkau tak menyesal Saat dosa datang dan engkau tinggal Maka tanyalah… Apa kabar hatimu hari ini? Masihkah ia bergetar Saat nama Allah disebut di sepi? [Verse 3 – lebih pribadi] Pernahkah kau lewatkan Subuhmu Lalu jiwamu resah, seolah hilang seluruh arah? Atau kau merasa biasa saja Padahal kau baru saja menjauh dari cahaya? [Bridge – ajakan reflektif] Mari sejenak… Dengarkan suara hati yang mungkin telah lama kau diamkan Mari kembali… Bersedih bukan kelemahan, tapi tanda masih ada kehidupan [Chorus – ulang dengan harapan] 🎶 Jika engkau masih bisa menangis Saat lupa bertemu dalam sajadah yang hening Jika engkau masih bisa menyesal Saat lalai mendekapmu di tengah malam Maka hatimu masih bernyawa Masih ada cahaya yang menyala Rawatlah ia… Dengan istighfar dan cinta [Outro – lirih seperti doa] Ya Allah… Jangan matikan hatiku Selagi aku masih hidup di dunia-Mu Berilah aku duka… Agar aku tak terbiasa menjauh dari-Mu [instrument] [end]