[intro] [Verse 1] Kau bangun pagi, resah mencari Rezeki yang telah ditetapkan Ilahi Langkahmu cepat, pikiranmu penuh Namun... adakah hatimu tertuju pada yang sungguh? [Verse 2] Engkau khawatir akan esok Lupa tugasmu yang sejati Yang diminta justru terabaikan Yang dijamin kau kejar habis-habisan [Pre-Chorus] Bisakah kau lihat dengan hati? Atau telah redup cahayanya? Apa yang buta bukan matamu Tapi jiwamu yang tak merasa... [Chorus] 🎶 Mengapa kau kejar yang sudah dijamin? Tapi lalai dari apa yang diminta? Adakah engkau lupa tujuan? Atau hatimu sudah lelah bertanya? Bukan dunia yang harus diburu Tapi ketaatan yang harus dipenuhi Itulah tugas... Itulah yang diminta... [Verse 3] Engkau menabur benih di ladang Tapi tak pernah siram dengan doa Engkau menagih hasil dari langit Tapi lalai menundukkan diri di bumi [Bridge] (Suara lembut, penuh renungan) Lihatlah dirimu… Apakah matamu terbuka, tapi hatimu gelap? Adakah semangatmu tinggi… untuk dunia yang fana, tapi lesu untuk suruhan-Nya? [Chorus – ulang dengan penekanan] 🎶 Mengapa kau kejar yang sudah dijamin? Dan tinggalkan yang menjadi amanah? Itulah tanda… Mata hati yang tertutup kabut kelalaian... [Outro – dengan nada menurun, seolah membisikkan peringatan] Bersungguh-sungguhlah dalam yang dituntut Bukan dalam yang telah ditanggung Karena... yang dilihat Allah adalah amalmu, bukan apa yang kau takutkan tak sampai padamu... [instrument] [end]

Comments are disabled on this song