
[intro] 🎶 Verse 1 (Deskriptif) Pernahkah kau sadari Hembusan napasmu tiap pagi? Atau langkah ringan tanpa sakit Adalah nikmat yang sulit diganti? Kita sering abai, terlalu biasa Sampai nikmat itu sirna Barulah hati mulai bertanya “Kemana semua yang dulu ada?” 🎶 Chorus (Argumentatif & Interaktif) Mengapa harus hilang dulu, baru kita menangis? Mengapa tak bersyukur saat masih bisa mengais? Bukankah setiap hari penuh karunia? Tapi mengapa lupa saat hidup terasa biasa? Ayo tanya dirimu sekarang: Sudahkah kau syukuri detik yang tenang? Ataukah nanti kau baru sadar Saat semuanya tinggal kenangan yang hambar? 🎶 Verse 2 (Argumentatif) Iman tak selalu terasa mahal Sampai godaan datang dan akal jadi kacau Teman tak selalu kau peluk Sampai mereka pergi dan hidup jadi sendu Begitulah kita kadang terlena Meremehkan karunia yang ada Padahal dalam syukur yang setia Allah tambahkan berkah luar biasa 🎶 Bridge (Refleksi Interaktif) Hitunglah: berapa banyak nikmat yang masih kau punya? Apakah kau jaga? Atau sudah biasa saja? Pandang sejenak—mata, lidah, hati Masihkah kau lalai menyebut nama Ilahi? 🎶 Chorus (Reprise) Jangan tunggu hilang baru menangis Jangan tunggu sakit baru mengais Syukur itu cahaya bagi jiwa Yang tahu nikmat saat masih bersama 🎶 Outro (Doa Penutup) Ya Allah... Jadikan kami hamba yang sadar Sebelum kehilangan membuat kami gentar Karena tak ada yang lebih sedih Dari hati yang menyesal... tapi nikmat tak bisa lagi dipanggil kembali [instrument] [end]

