
Baleka... baleka... baleka... Izwi liyeza... izwi liyeza... Tanganku menyentuh wajah yang bukan milikku Suara di kepala bicara tanpa suara Cermin retak, dan aku terbelah Baleka manje! (Baleka!) Ungabheki emuva! (Cha!) Aku berdiri di antara dua bayangan Yang satu tersenyum, yang lain menggertak Tiap pilihan berubah jadi penjara Tiap tawa menyembunyikan luka Umoya uyakhuluma! (Hhayi!) Kukhona okuzayo! (Kuzayo!) Aku bukan yang mereka lihat Bukan juga yang aku kira Ungabheki emuva! (Ungabheki!) Uma umi uyaphela! (Uyaphela!) Cermin retak! Aku terpecah! Baleka! Baleka! Ungabheki! Nama siapa yang kusebut di malam sunyi? Baleka! Baleka! Ungalali! Cermin retak! Aku terbakar! Diri ini bukan rumah, cuma medan perang! Baleka! Baleka! Izwi liyabiza! Baleka! Baleka! Siyabaleka! Wajahku berubah tiap kali kau bicara Aku meniru agar diterima Izandla ziyathuthumela! (Ziyathuthumela!) Amehlo ayabona! (Ayabona!) Tapi setiap topeng semakin berat Dan kulitku mulai terlepas Izithunzi ziyalandela! (Ziyalandela!) Izinyawo ziyabaleka! (Ziyabaleka!) Siapa yang memegang kendali? Suara mana yang nyata? Ungalaleli izwi! (Cha!) Uma ubheka uyabizwa! (Uyabizwa!) Thump... thump... thump... Baleka... baleka... baleka... Bakhona... bakhona... bakhona... Bayanganku berbisik: "Kau bukan apa pun." Hatiku menjawab: "Setidaknya aku tahu itu." Cermin retak! Aku terpecah! Baleka! Baleka! Ungabheki! Nama siapa yang kusebut di malam sunyi? Baleka! Baleka! Ungalali! Cermin retak! Aku terbakar! Diri ini bukan rumah, cuma medan perang! Medan perang! Medan perang! Baleka! Baleka! Izwi liyabiza! Baleka! Baleka! Siyabaleka! Cermin retak! Aku terpecah! Diri ini bukan rumah, cuma medan perang! Baleka... baleka... baleka... Cermin retak... medan perang... Izwi... lisekhona... Dan saat bayanganku pergi... siapa yang tersisa?

