
[Into] [Verse 1 – Pembuka Renungan] Dalam Iḥyā’, Ghazālī berseru Jangan biarkan dunia merasukimu Rubʿ al-Muhlikāt bicara terang Tentang hati yang mudah hilang arah dan tenang Cinta dunia, akar segalanya Penyakit halus yang rusak jiwa Ia tampak manis di luar Tapi di dalamnya racun yang liar [Chorus – Reffrein] Cinta dunia, hancurkan iman Buat hati lupa jalan pulang Bila dunia jadi tujuan utama Akhirat pun sirna dari pandangan mata Jadikan dunia hanya di tangan Bukan di hati tempat Tuhan Hubb al-dunyā takkan mengisi Hanya membuat hati lapar tak henti [Verse 2 – Tanda Cinta Dunia] Ghazālī ajar tanda-tandanya Suka pujian, benci cela Tak sabar miskin, tamak dalam harta Lupa akhirat saat tertawa Pakaian mewah, jabatan tinggi Bisa jadi tirai hati yang sunyi Bukan salah punya dunia Tapi saat dunia mengikat jiwa [Verse 3 – Bahaya dan Solusinya] Cinta dunia buat amal kosong Buat hati kaku, mata pun bohong Tak terasa, amal jadi pamer Niat suci perlahan hancur dan kabur Solusinya: ingat mati Latih diri untuk qana'ah hati Dzikir, zuhud, dan rendah diri Agar dunia tak menguasai nurani [Bridge – Kontemplatif] Dunia ini fana, cepat sirna Tapi sering kita jadikan segalanya Ghazālī bisikkan: kembalilah Letakkan dunia di bawah, bukan di atas cinta [Chorus – Reffrein Ulang] Cinta dunia, hancurkan iman Buat hati lupa jalan pulang Bila dunia jadi tujuan utama Akhirat pun sirna dari pandangan mata Jadikan dunia hanya di tangan Bukan di hati tempat Tuhan Hubb al-dunyā takkan mengisi Hanya membuat hati lapar tak henti [Outro – Penutup] Rubʿ al-Muhlikāt bukan sekadar teori Tapi cahaya bagi hati yang sunyi Bila cinta dunia mulai merayu Ingatlah akhirat, dan bersujud penuh rindu [Instrument] [End]

