[Intro] [Verse 1] Ada hari ketika sahabat pun berselisih Bukan karena lemah, tapi karena fitnah yang pedih Pedang terhunus di tanah suci Bukan dari musuh, tapi dari hati yang tak jernih [Pre-Chorus] Lalu sejarah bertanya lirih Apakah kita belajar dari tangis itu, wahai pewaris risalah? [Chorus] Perpecahan bukan sekadar musibah Tapi ujian bagi akal, ilmu, dan niat yang lurus Persatuan tanpa ilmu hanyalah fatamorgana Yang tampak indah, tapi rapuh saat diuji bara Mari bersatu bukan karena seragam suara Tapi karena iman yang paham makna Dan ilmu yang menuntun langkah kita Bukan hawa nafsu yang bicara [Verse 2] Ketika lidah mengafirkan sesama Dan dalil dipakai demi kuasa semata Itulah saat ilmu ditinggalkan Dan hati menjadi medan pertarungan kegelapan [Pre-Chorus] Namun Allah tinggikan mereka yang sabar Yang menahan diri meski terluka oleh kata-kata [Chorus] Perpecahan bukan sekadar musibah Tapi ujian bagi akal, ilmu, dan niat yang lurus Persatuan tanpa ilmu hanyalah fatamorgana Yang tampak indah, tapi rapuh saat diuji bara Mari bersatu bukan karena seragam suara Tapi karena iman yang paham makna Dan ilmu yang menuntun langkah kita Bukan hawa nafsu yang bicara [Bridge – Spoken word, pelan dan dalam] "Bila umat bersatu tapi tak tahu arah, mereka hanya barisan… bukan jamaah. Dan bila berbeda karena ilmu dan cinta, maka perbedaan itu bukan retak… tapi rahmat." [Final Chorus – Emosional dan penuh harapan] Perpecahan membuka luka yang dalam Tapi juga membuka pintu keikhlasan Persatuan bukan mimpi… jika dibangun dengan ilmu Dan dijaga dengan niat yang lurus [Instrument] [End]