
[intro] Verse 1 Tak banyak yang bisa kubanggakan Tak panjang daftar amal di tangan Namun Kau hadir dalam hening malam Membuka Diri-Mu, membawa salam Verse 2 Kau bukakan wajah-Mu padaku Di tengah hati yang lelah dan bisu Dan seketika jiwaku tahu Cahaya-Mu lebih dari yang bisa kulakukan sendiri Pre-Chorus Bila Kau telah membuka jalan Mengapa harus risau bekalku yang kurang? Bila Kau ingin aku mengenal-Mu Bukankah itu tanda Cinta tertinggi-Mu? Chorus Ketika Kau membuka Diri-Mu padaku Itulah amal yang paling jujur dan syahdu Bukan banyaknya gerak yang Kau pandang Tapi hatiku... apakah pulang? Ketika Kau memperkenalkan Diri-Mu Itulah karunia yang tak ternilai waktu Karena Engkau... bukan sekadar ingin disembah Tapi ingin dikenali dengan cinta yang pasrah Verse 3 Kini kutahu, bukan langkahku yang utama Tapi arah hatiku menuju siapa Amalku bisa kering dan lupa Tapi pengenalan kepada-Mu kekal selamanya Bridge (Puisi Naratif) Tuhan… Bila bukan karena Engkau membuka pintu Mana mungkin aku tahu arah rindu Dan bila bukan Engkau yang memilih mengenalkan Diri Mana mungkin aku tahu bahwa Kau lebih dekat dari diri sendiri Final Chorus Ketika Kau membuka Diri-Mu padaku Tak perlu kugelisah soal jumlah amalku Karena pengenalan-Mu lebih dari cukup Untuk menyinari hati yang dahulu tertutup Outro (spoken) "Ta‘arruf-Mu adalah bukti cinta-Mu... Dan mengenal-Mu adalah amal yang paling murni dari-Mu." [instrument] [end]

