
[Instrumental Intro – 4 minutes] [Birds in the distance, Mellotron swells, distorted bass] [Slow guitar bends – gradually building] [Sudden stop] [Verse 1] Di hujung waktu aku berdiri Mencari bayang yang telah pergi Angin membawa suara semalam Namun namamu masih di hati [Verse 2] Kita pernah mengejar cahaya Di jalan sunyi tanpa bicara Kau genggam tanganku erat sekali Seolah waktu seakan mencuri [Pre-Chorus] Namun detik terus berlari Tanpa menoleh, tanpa menanti Dan aku tahu sejak azali Cinta kita bukan selamanya [Chorus] Jika esok engkau tiada Siapa akan memeluk jiwaku? Jika malam menutup mata Masihkah kau dengar cintaku? Aku mencintaimu Walau waktu membunuh kita Aku mencintaimu Walau dunia melupakan nama [Instrumental Break] [Odd-meter 7/8 riff] [Frantic jazz drumming] [Distorted bass solo] [Mellotron choir rises] [Sudden tempo change] [Verse 3] Di antara hidup dan kematian Ada satu janji yang tertinggal Bukan emas, bukan kemasyhuran Hanya cintamu yang kupertahankan [Bridge – Slow, theatrical] Andai maut datang memanggilmu Sebelum sempat kuucapkan Bahawa seluruh hidupku Adalah perjalanan menuju hatimu [Build Up] Jangan pergi... Jangan hilang... Walau tubuh menjadi debu Walau suara menjadi bisu [Chorus – Explosive] Jika esok engkau tiada Siapa akan memeluk jiwaku? Jika malam menutup mata Masihkah kau dengar cintaku? Aku mencintaimu! Walau waktu membunuh kita! Aku mencintaimu! Walau dunia melupakan nama! [Instrumental – Polyrhythmic] [Fast drums, distorted bass] [Dissonant guitar bends] [Mellotron choir] [Tempo accelerates] [Final Verse – Quiet] Dan bila akhirnya aku pergi Jangan tangisi bayang ini Kerana cinta yang kita punyai Takkan mati dimamah usia [Outro] Di antara detik... Di antara waktu... Namamu... Terus hidup... [Sudden Stop] [Outro] Di antara detik... Di antara waktu... Namamu... Terus hidup... [Sudden Stop]

