Loro... Loro iku dhudu whekasan... Aku masih membawa luka ini di bagian dada yang tidak terlihat Orang melihatku baik-baik saja tapi malam tahu aku menahan Ada bekas yang tidak ingin kupamerkan ada cerita yang tidak ingin kuceritakan Bukan karena malu tapi karena belum tahu apakah luka ini akan jadi penjara atau jadi jalan Aku tidak pura-pura sembuh Aku hanya belajar berjalan dengan luka yang masih basah dan napas yang masih pendek Loro... Loro iku dhudu whekasan... Aku masih berdiri... meski kakiku berdarah... Loro... Bekas ini bukan tanda kalah... Ia bukti bahwa aku pernah bertahan... dan masih bertahan sampai sekarang... Ada orang yang pergi tanpa sempat kujelaskan Ada mimpi yang hancur tanpa sempat kuperjuangkan Aku menangis bukan karena lemah tapi karena tubuhku butuh melepaskan Dan setelah tangis itu selesai aku bangun lagi tidak lebih ringan tapi lebih jujur Aku tidak pura-pura sembuh Aku hanya belajar berjalan dengan luka yang masih basah dan napas yang masih pendek Loroo...ooo Loro iku dudu wekasan... Aku masih berdiri... meski kakiku berdarah... Loroo...ooo Bekas ini bukan tanda kalah... Ia bukti bahwa aku pernah bertahan... dan masih bertahan sampai sekarang... Loro iku guru... Guru sing ora dipilih... Nanging sing paling ngerti... Sepiro kuwate awakku... Aku tidak akan berpura-pura bahwa luka ini tidak ada. Tapi aku juga tidak akan membiarkannya menjadi satu-satunya cerita tentang diriku. Aku bukan lukaku... Aku bukan lukaku... Aku adalah yang masih berdiri... Setelah semua ini... Loroo...ooo Loro iku dhudu whekasan... Aku masih berdiri... meski kakiku berdarah... Loroo...ooo Bekas ini bukan tanda kalah... Ia bukti bahwa aku pernah bertahan... dan masih bertahan sampai sekarang... Loro iku dhudu whekasan... Loro iku dhalan... Dhalan sing nggowo aku... marang awak-e dhewe sing luwih kuwat... Loro... loro... ooo Nanging aku ora kalah... Aku mung tatu... Sing lagi mari...