
[Verse 1] Jatuh terduduk, dunia pun gelap, Langit mendung, harapan pun senyap. Ramai hilang, ramai buat tak nampak, Tapi korang tetap, tak pernah undur langkah. Berkali-kali aku rebah, hilang hala, Hati luka, jiwa pun rasa tak bernyawa. Tapi korang datang — tak tanya banyak, Cuma duduk sebelah, bagi aku tenang. [Pre-Chorus] Tak perlu janji bulan bintang, Kehadiran korang lebih dari cukup terang. Di waktu aku hilang arah dan tenaga, Korang lah kompas, suara dan cahaya. [Chorus - Nyanyian emo/rap] Masih ada, walau aku jatuh, Tak pernah lari, walau aku rapuh. Dalam gelita, korang jadi lilin, Dalam diam, korang yang jadi angin. Masih ada, waktu aku terpuruk, Tak kira berapa kali aku terluka teruk. Bukan darah, tapi lebih dari saudara, Sahabat sejati, sampai akhir cerita. [Verse 2] Ada yang datang bila senang, Tapi korang stay bila aku terbuang. Bila dunia bisik aku takkan menang, Korang jerit, “Jangan lupa siapa kau yang sebenar!” Tak perlu aku bercerita panjang, Pandangan mata korang dah faham yang dalam. Peluk tak perlu, tapi rasa tetap sampai, Setiap kali aku hampir nak berhenti, korang jadi sebab aku try. [Bridge - Rap spoken word] Kalau hidup ni medan perang, Korang lah barisan depan aku, tak pernah goyang. Tak semua faham erti setia dalam senyap, Tapi korang buat aku percaya — kasih tak semua rapuh bila diuji gelap. [Chorus - ulang] Masih ada, walau aku jatuh, Tak pernah lari, walau aku rapuh. Dalam gelita, korang jadi lilin, Dalam diam, korang yang jadi angin. Masih ada, waktu aku terpuruk, Tak kira berapa kali aku terluka teruk. Bukan darah, tapi lebih dari saudara, Sahabat sejati, sampai akhir cerita. [Outro - slow rap] Untuk setiap tawa dan tiap air mata, Aku simpan dalam jiwa sampai ke syurga. Korang bukan sekadar nama dalam phone, Korang lah rumah bila aku rasa alone.

