
[Instrument] [Solo] [Verse] Hati mana. Yang sukarela. Menanggung rasa. Tersayat luka? [Verse] Hati siapa. Yang senang saja. Merasa tersiksa. Diberi luka? [Prechorus] Jika ada bahagia, Mengapa harus merana? [Chorus] Tak bisakah? Kamu mengerti bahwa, Raga ini ada, untuk dihangati cinta. Bukan sekerat luka, yang perihnya hilang lama. Bukan sepenggal air mata. Yang terus hadir menyapa. [Solo] [Verse] Hati siapa, Yang akan terima. Jika tulus rasanya. Dibalas sejuta dusta? [Prechorus] Jika ada bahagia, Mengapa harus merana? [Chorus] Tak bisakah? Kamu mengerti bahwa, Raga ini ada, untuk dihangati cinta. Bukan sekerat luka, yang perihnya hilang lama. Bukan sepenggal air mata. Yang terus hadir menyapa. [Bridge] Tak bisakah, sedikit saja tersentuh hatimu? Membuka matamu dan sadar bahwa cakarmu mengoyak cintaku? (Terus berdusta) (Terus berdusta) [Solo] [Instrument] [Prechorus] Jika ada bahagia, Mengapa harus merana? [Chorus] Tak bisakah? Kamu mengerti bahwa, Raga ini ada, untuk dihangati cinta. Bukan sekerat luka, yang perihnya hilang lama. Bukan sepenggal air mata. Yang terus hadir menyapa. Bukan sekerat luka, yang perihnya hilang lama. Bukan sepenggal air mata. Yang terus hadir menyapa. Bukan tetes air mata. Yang tak henti membasah. [Solo]

