Song Cover Image

Burung Prenjak

V6-MINI

Pagi itu cerah sekali ketika aku baru turun dari musholla sehabis melaksanakan sholat subuh. Embun-embun di pucuk daun menetes di pangkuan bumi yang lembab, mengiringi semburat kemerahan mentari pagi. Kudengar kicauan burung prenjak, burung kesukaan anakku yang kini kian tumbuh dewasa. Selama ini semoga aku tak pernah menyesal membiarkan anak-anakku bermain membiarkan mereka mengekspresikan kebahagiaan sebagai anak ndeso yang jauh dari kemegahan kota metropolitan, jauh dari cumbu rayu perang, jauh dari politik adu domba para politisi. Aku biarkan mereka bermain bersama teman-teman mencari jangkrik, memancing dan mandi di kali, di iringi suara burung-burung, desir angin gunung yang semilir, ku biarkan mereka mengeja bahasa alam, alam yang masih perawan, bersama kupu-kupu mengarungi keindahan semesta. Anakku, bernyanyilah di negeri yang jauh dari perang tentang damai dan kehidupan jangan biarkan prenjak terbang sendirian karena kehilangan kekasih tersayang. Janganlah kau menjadi pdmbunuh meski hanya seekor burung yang kecil karena kecil itu amat berarti karena kita juga makhluk yang kecil dan terasing. Anakku bukankah kau tahu mentari datang untuk menyinari dan malam datang untuk engkau sukuri adakah hari ini engkau mengerti harapan orang tuamu setelah engkau besar nanti jangan berputus asa jangan menyerah karena dunia itu tak selebar telapak tangan. Pagi itu cerah sekali ketika aku baru turun dari musholla sehabis melaksanakan sholat subuh. Embun-embun di pucuk daun menetes di pangkuan bumi yang lembab, mengiringi semburat kemerahan mentari pagi. Kudengar kicauan burung prenjak, burung kesukaan anakku yang kini kian tumbuh dewasa. Selama ini semoga aku tak pernah menyesal membiarkan anak-anakku bermain membiarkan mereka mengekspresikan kebahagiaan sebagai anak ndeso yang jauh dari kemegahan kota metropolitan, jauh dari cumbu rayu perang, jauh dari politik adu domba para politisi. Aku biarkan mereka bermain bersama teman-teman mencari jangkrik, memancing dan mandi di kali, di iringi suara burung-burung, desir angin gunung yang semilir, ku biarkan mereka mengeja bahasa alam, alam yang masih perawan, bersama kupu-kupu mengarungi keindahan semesta. Anakku, bernyanyilah di negeri yang jauh dari perang tentang damai dan kehidupan jangan biarkan prenjak terbang sendirian karena kehilangan kekasih tersayang. Janganlah kau menjadi pdmbunuh meski hanya seekor burung yang kecil karena kecil itu amat berarti karena kita juga makhluk yang kecil dan terasing. Anakku bukankah kau tahu mentari datang untuk menyinari dan malam datang untuk engkau sukuri adakah hari ini engkau mengerti harapan orang tuamu setelah engkau besar nanti jangan berputus asa jangan menyerah karena dunia itu tak selebar telapak tangan.