[Intro] Oh... Yeah... Malam bilang jangan buru-buru, tapi matamu sudah bikin aku jatuh dulu. [Verse 1] Kau datang tanpa aba-aba, semua suara mendadak reda. Di antara lampu kota, yang kulihat cuma wajahmu saja. Tak perlu banyak bicara, cara kau menatap sudah cukup. Kalau ini cuma permainan, kenapa jantungku ikut? [Pre-Chorus] Kalau cinta memang judi, aku rela masuk tanpa strategi. Tak tahu siapa yang menang, tapi aku tak mau pulang. [Chorus] Ini taruhan hati, semua rasa kupasang di sini. Kalau harus kalah, biar karena kamu. Tak ada jalan kembali, setelah matamu memilihku begini. Kalau cinta memang berani, aku all in demi kamu lagi. [Post-Chorus] Oh... Tak ada yang lebih pasti, selain rasa ini. Kalau jatuh, biar jatuh bersamamu. [Verse 2] Teman bilang jangan terlalu jauh, tak semua cerita berakhir utuh. Tapi setiap kali kau tersenyum, semua logika ikut runtuh. Mungkin aku terlalu nekat, mungkin ini memang berbahaya. Tapi hidup terlalu singkat, buat pura-pura tak merasa. [Pre-Chorus] Kalau nanti semua berubah, setidaknya aku pernah melangkah. Lebih baik terluka, daripada tak pernah mencoba. [Chorus] Ini taruhan hati, semua rasa kupasang di sini. Kalau harus kalah, biar karena kamu. Tak ada jalan kembali, setelah matamu memilihku begini. Kalau cinta memang berani, aku all in demi kamu lagi. [Bridge] Tak ada kartu yang bisa membaca, ke mana kisah ini berjalan. Yang kupunya cuma percaya, dan tanganmu yang kugenggam. Bila dunia berubah arah, jangan lepaskan langkah. Selama napasku masih ada, aku tetap memilihmu. [Final Chorus] Ini taruhan hati, tak ada lagi yang kusembunyi. Kalau cinta adalah risiko, aku tetap memilihmu. Semua mimpi kuberi, semua takut kulewati. Kalau akhirnya kita menang, biarlah malam jadi saksi. Tak ada lagi yang kucari, selain tempat di sisimu. Kalau ini memang takdir, aku ingin jatuh... hanya kepadamu. [Outro] Oh... Masih kupilih kamu. Sampai semua keraguan, hilang jadi satu. Ini taruhan hati... dan aku... tak pernah menyesal memilihmu.