
Mataku terpejam ketika kusebut nama-Mu pelan-pelan......, bersenandung lirih penuh makna, bertafakur sendiri di pembaringan. Mulutku terdiam, menikmat alunan suara di kesunyian, tapi jiwaku mengembara memburu mimpiku yang hilang, seakan kaki terus melangkah, merayapi kegelapan malam, hingga terlelap dalam kelelahan. Kalbuku, dalam sunyi memanggil nama-Mu, bumi jiwaku bagai menanam, dan menyirami bunga sekuntum. Dari bilik sunyi ini jazadku menggigil, menjamah lelahku dalam sunyi terbuai mimpi di manakah terang benderang, di tiang manakah bendera dikibarkan, bendera kepasrahan memohon ampun, lutut ini berdebu lidah ini kelu ketika bahasa terucap, tertawalah kehinaan bukan menawan perasaan iba dan kasih sayang. Bumiku, jiwaku, ketika kaki ini berdebu bukankah indah perjuangan ini di matamu ? Tetesan darah ini indah kucuran keringat ini penuh makna keluh kesah ini biarlah musnah, meski kaki berdebu ini tiada harga.. Mataku terpejam, ketika kusebut nama-Mu pelan-pelan, lirih, penuh makna. Dalam lelah berharap tidurku masih panjang mencari mimpi di kegelapan tapi jiwaku mengembara tapi mimpiku hilang tapi terus melangkah merayapi kegelapan hingga terbitlah fajar. Mataku terpejam ketika kusebut nama-Mu pelan-pelan......, bersenandung lirih penuh makna, bertafakur sendiri di pembaringan. Mulutku terdiam, menikmat alunan suara di kesunyian, tapi jiwaku mengembara memburu mimpiku yang hilang, seakan kaki terus melangkah, merayapi kegelapan malam, hingga terlelap dalam kelelahan. Kalbuku, dalam sunyi memanggil nama-Mu, bumi jiwaku bagai menanam, dan menyirami bunga sekuntum. Dari bilik sunyi ini jazadku menggigil, menjamah lelahku dalam sunyi terbuai mimpi di manakah terang benderang, di tiang manakah bendera dikibarkan, bendera kepasrahan memohon ampun, lutut ini berdebu lidah ini kelu ketika bahasa terucap, tertawalah kehinaan bukan menawan perasaan iba dan kasih sayang. Bumiku, jiwaku, ketika kaki ini berdebu bukankah indah perjuangan ini di matamu ? Tetesan darah ini indah kucuran keringat ini penuh makna keluh kesah ini biarlah musnah, meski kaki berdebu ini tiada harga.. Mataku terpejam, ketika kusebut nama-Mu pelan-pelan, lirih, penuh makna. Dalam lelah berharap tidurku masih panjang mencari mimpi di kegelapan tapi jiwaku mengembara tapi mimpiku hilang tapi terus melangkah merayapi kegelapan hingga terbitlah fajar.

