[intro] [Verse 1 – Awal Fragmentasi] Ketika Abbasiyah mulai melemah Wilayah pecah, kuasa pun terbelah Di tanah Mesir yang dahulu bersinar Bangkit kekuasaan dengan nama besar [Verse 2 – Fatimiyah di Mesir] Fatimiyah datang dari Syiah Ismailiyah Mengklaim keturunan Fāṭimah Zahra Mendirikan Kairo jadi pusat baru Dengan ilmu, seni, dan kitab bersatu Tapi Ibn Kathīr pun mencatat jelas Bahwa akidah mereka menyimpang tegas Namun di sisi lain—ilmu tetap mengalir Lahir ulama dan karya yang takkan tergilir [Chorus] Inilah Mesir, lembah ilmu dan fitnah Tempat dua kekuasaan berganti arah Dari Fatimiyah ke Mamluk yang berani Membela Islam, menolak tirani Walau pecah dari pusat khilafah Ilmu tetap tumbuh dalam sejarah Dari Al-Azhar hingga medan jihad Jejak peradaban tak mudah lenyap [Verse 3 – Munculnya Mamluk] Lalu datanglah Mamluk dari pasukan budak Yang bangkit jadi raja dengan langkah tegak Menumbangkan Mongol di Ain Jalut nan gementar Membela Islam saat yang lain gentar Sultan Baybars jadi nama gemilang Menata hukum, menjaga yang terang Madrasah, masjid, dan ulama dijaga Mesir kembali harum di mata dunia [Chorus – Ulang + Penegasan] Inilah Mesir, lembah ilmu dan fitnah Tempat dua kekuasaan berganti arah Dari Fatimiyah ke Mamluk yang berani Membela Islam, menolak tirani Walau pecah dari pusat khilafah Ilmu tetap tumbuh dalam sejarah Dari Al-Azhar hingga medan jihad Jejak peradaban tak mudah lenyap [Outro – Reflektif] Ibn Kathīr menulis dengan pena tajam Membedah sejarah, memberi salam Bahwa Mesir tetap bagian dari umat Yang terus berdiri, meski pernah tersesat [instrument] [end]