
Ketaatan Bukan Jaminan, Dosa Bukan Akhiran
[intro} 🎤 (Verse 1 – Penyanyi utama) Kukira rajinku jadi jaminan Kukira sujudku pasti diterima Ternyata Allah bisa menolak amal Meski bentuknya tampak sempurna 🎶 (Respons – Audiens) Lalu, apa gunanya ibadah kami? Jika taat pun belum tentu berarti? Apakah sia-sia semua amal ini, Jika tak tahu apakah diterima nanti? 🎤 (Verse 2 – Penyanyi utama) Jangan berhenti hanya karena ragu Tapi jangan sombong dengan banyaknya waktu Kadang yang tampak taat tak lurus niatnya Dan yang pernah jatuh, justru lebih tulus doanya 🎶 (Respons – Audiens) Apakah maksudnya… Dosa bisa mendekatkan jiwa? Bukankah dosa itu menjauhkan? Bagaimana bisa jadi jalan kedekatan? 🎤 (Chorus – Semua bersama) 🌟 Ketaatan bukan jaminan, jika sombong jadi teman, 🌟 Dosa bukan kehancuran, jika taubat jadi pegangan. 🌙 Yang Allah nilai bukan jumlah gerakan, 🌙 Tapi remuk hati dan jujurnya harapan. 🎵 (Bridge – Kontemplatif dan tenang) Mungkin sujudmu penuh hitung-hitungan Tapi tangismu dalam dosa penuh kejujuran Allah tak butuh akting amal Dia mencari hati yang benar-benar menyesal 🎤 (Verse 3 – Penyanyi utama) Terkadang satu dosa membuka pintu taubat Sedang seribu ibadah menumbuhkan angkuh yang pekat Kita tak tahu mana jalan yang paling tepat Tapi yang pasti: rendah hati adalah kunci selamat 🎶 (Respons – Audiens) Ya Allah… Jangan biarkan amal kami tanpa penerimaan Jangan biarkan dosa kami tanpa pelajaran Beri kami kedekatan, lewat jalan apa pun Engkau kehendaki… 🎤 (Final Chorus – Semua bersama, penuh harap dan kelembutan) 🌟 Bukan banyaknya amal yang menyelamatkan, 🌟 Tapi rahmat-Mu yang menuntun dalam perjalanan. 🌙 Jika dosa membawa kami kembali pada-Mu, 🌙 Maka kami akan rindu meski pernah jatuh... 🎼 Penutup (lirih dan reflektif): "Taat belum tentu diterima... Dosa belum tentu menjauhkan... Tapi hati yang jujur… selalu Engkau dekatkan." [instrument] [end[

