
(Verse 1) Muharram tiba, kisah pun bermula, Cincin berkuasa, dalam genggaman Ifrit sang dusta, Terbanglah ia ke singgasana, Sulaiman palsu memimpin tak seperti nyata. (Chorus) Cincin Nabi, kuasa Ilahi, Diuji hidupnya, di puncak tertinggi, Di pesisir sunyi, Sulaiman merendah, Tanpa mahkota, dengan hati yang tabah. (Verse 2) Nelayan sederhana di tepi pantai, Menjadi saksi saat sang Nabi terdampar sendiri, Berbagi rezeki, meski tak berlimpah, Ujian demi ujian, Nabi tak pernah menyerah. (Chorus) Cincin Nabi, kuasa Ilahi, Diuji hidupnya, di puncak tertinggi, Di pesisir sunyi, Sulaiman merendah, Tanpa mahkota, dengan hati yang tabah (Bridge) Ifrit pun hilang, terkuaklah rahasia, Cincin yang hilang, kembali ke tuannya, Di perut ikan, rahmat tersembunyi, Ditemukan putri nelayan yang rendah hati. (Verse 3) Penuh keikhlasan, gadis berkulit gelap, Sulaiman meminangnya, penuh kasih yang mantap, Allah mengubahnya, cantik mempesona, Pelajaran hidup bagi kita semua. (Chorus) Cincin Nabi, kuasa Ilahi, Mengajar dunia, tentang kasih sejati, Kembali berkuasa, di singgasana suci, Nabi Sulaiman, memimpin dengan hati. (Outro) Di singgasana, mereka kembali, Nabi dan istri, penuh janji suci, Pelajaran hidup dari cinta dan iman, Kisah Nabi Sulaiman, abadi selamanya.

