[intro} 🎀 (Verse 1 – Penyanyi utama) Mengapa harus taat kepada Tuhan? Kalau Dia Maha Kuasa, mengapa minta ibadah kita? Kalau Dia tak butuh apa-apa Kenapa kita dituntut setia? 🎢 (Respons – Audiens/anak-anak) Ya, kami juga sering bertanya, Kenapa kami harus taat segala? Bukankah Tuhan tak rugi apa-apa, Kalau kami lalai atau terlupa? 🎀 (Verse 2 – Penyanyi utama) Tapi sebelum perintah diturunkan Allah telah perkenalkan Diri-Nya terlebih dahulu Bukan lewat suara, tapi lewat ciptaan Langit, bumi, hati, akal yang utuh 🎢 (Respons – Audiens) Jadi, sebelum kami disuruh sujud, Kami sudah disapa lewat cahaya wujud? Sebelum kami diperintah doa, Kami sudah disayang sejak mula? 🎀 (Chorus – Bersama) 🌟 Kenal dulu, baru tunduk, 🌟 Cinta dulu, baru patuh. πŸŒ™ Dia tidak paksa tanpa makna, πŸŒ™ Tapi mengajak dengan kasih-Nya. 🎡 (Bridge – Renungan pelan) Bayi tak diminta pun diberi susu Hidup tak diminta pun kita tumbuh Allah telah hadir sebelum kau tahu Lalu Dia berkata, "Taatlah jika kau tahu siapa Aku..." 🎀 (Verse 3 – Penyanyi utama) Maka bukan karena takut neraka Kita rukuk, kita berdoa Tapi karena hati telah mengenal Dan rindu untuk selalu bersandar total 🎢 (Respons – Audiens) Bukan karena ancaman kami taat, Tapi karena pengenalan yang membuat kuat Karena Engkau Rabb kami sejak awal, Maka ketaatan pun terasa alami dan kekal 🎀 (Final Chorus – Semua bersama, penuh semangat dan cinta) 🌟 Kenal dulu, baru tunduk, 🌟 Cinta dulu, baru patuh. πŸŒ™ Dia tak butuh penghambaan palsu, πŸŒ™ Dia hanya ingin kita tahu... siapa yang paling layak dipatu. 🎼 Penutup (lembut dan penuh hikmah): "Karena Dia mengenalkan diri-Nya kepada kita... Maka taat adalah jawaban, bukan sekadar beban." [instrument] [end[