[intro} ๐ŸŽค (Verse 1 โ€“ Penyanyi utama) Kami takut amal kami sedikit Kami khawatir pahala kami tipis Kami malu datang pada-Mu, ya Rabb Dengan catatan hidup yang tak seberapa manis ๐ŸŽถ (Respons โ€“ Audiens) Lalu apakah Engkau tetap menyapa kami? Jika rakaat kami tak sempurna lagi Jika lidah tak selalu berdzikir, Apakah kami tetap pantas hadir? ๐ŸŽค (Verse 2 โ€“ Penyanyi utama) Dengarlahโ€ฆ Kalau Allah bukakan jalan mengenal-Nya Itulah kemuliaan sebenar-benarnya Bukan banyaknya gerak tubuh, Tapi terbukanya hati yang luluh ๐ŸŽถ (Respons โ€“ Audiens) Jadi pengenalan itu anugerah? Bukan hasil dari kerja semata? Apakah itu artinya kami tetap bisa dekat, Meski belum banyak amal dibuat? ๐ŸŽค (Chorus โ€“ Bersama) ๐ŸŒŸ Kenal Allah, itu modal utama, ๐ŸŒŸ Tanpa itu, amal hanya angka semata. ๐ŸŒ™ Jika Dia sudi menampakkan wajah cinta, ๐ŸŒ™ Jangan ragukan nilaimu di sisi-Nya. ๐ŸŽต (Bridge โ€“ kontemplatif, tenang) Banyak amal belum tentu kenal Banyak gerakan belum tentu menyentuh kalbu Tapi sekali tersentuh cahaya pengenalan Itu harta yang tak tergantikan waktu ๐ŸŽค (Verse 3 โ€“ Penyanyi utama) Kau bisa saja lelah dalam amal Tapi Allah ingin kau lebih dalam kenal Karena mengenal-Nya adalah pangkal Sedang amal adalah hasil yang bakal ๐ŸŽถ (Respons โ€“ Audiens) Berarti kami tak boleh putus asa Jika belum banyak amal tercipta Asal hati masih terbuka Dan jalan maโ€˜rifah tetap menyala ๐ŸŽค (Final Chorus โ€“ Semua bersama, dengan harapan dan kelegaan) ๐ŸŒŸ Pengenalan itu karunia besar, ๐ŸŒŸ Yang mendahului segala amal dan sabar. ๐ŸŒ™ Jika Allah sudah kenalkan Diri-Nya padamu, ๐ŸŒ™ Maka bersyukurlah... itu harta yang paling utuh. ๐ŸŽผ Penutup (lirih dan reflektif): "Yang paling beruntung... Bukan yang paling banyak gerak, Tapi yang paling dalam kenal Tuhan-nya." [instrument] [end[