
Sesal anak durhaka
(Bait 1) Di keheningan sunyi nya malam Ku tatap kitab yang berdebu kusam Teringat wajah Guru yang dulu menuntun Kini hati ku perih, didera salah yang mendalam (Bait 2) Dulu ku anggap nasihatmu bagai angin lalu Ku tinggalkan kehangatan demi dunia yang semu Ku ingat Ayah Ibu yang tulus berjuang untuk ku Berharap anaknya menjadi insan yang berbakti (Bait 3) Aku lah anak yang penuh dusta dan maksiat Melanggar takzim, kabur membawa sesal yang melekat Kini ku terdampar di jalan yang gelap gulita Menyadari diri telah menjadi anak yang durhaka (Reff/Paduan Suara) Ampuni hamba Ya Allah...Yang Maha Pengampun... Atas ilmu yang ku sia-siakan, atas Guru yang ku dzalimi, atas kasih sayang yang ku abaikan..! Oh Guru...Ayah Ibu maafkan anakmu yang berlumuran dosa Pembangkang, tak patuh pada petuah mulia.. Kini ku bersujud di atas sajadah penuh air mata, Berharap ridhomu dan ridho Ilahi kembali menyapa.! (Bait 4) Kelingkingku gemetar rindu lantunan Do'a, Rindu barokah yang mengalir di Penghujung malam.. Dulu ku lari dari sucinya keberadaan mu.. Kini ku hancur dihantam dunia yang angkuh.. Pangkat tak punya, ketenangan pun sirna ; Baru kusadar, takzim pada Guru adalah Kunci Surga (Jembatan/Bridge) Wahai kawan yang masih mengkaji di sana.. Jangan pernah kau gores hati Gurumu tercinta Sebab murka Guru adalah murka Pencipta Sekali kau durhaka, hidupmu akan terlunta..! (Reff/Paduan Suara) Ampuni hamba Ya Allah...Yang Maha Pengampun... Atas ilmu yang ku sia-siakan, atas Guru yang ku dzalimi, atas kasih sayang ku abaikan..! Oh Guru...Ayah Ibu maafkan anakmu yang berlumuran dosa Pembangkang, tak patuh pada petuah mulia.. Kini ku bersujud di atas sajadah penuh air mata, Berharap ridhomu dan ridho Ilahi kembali menyapa.! (Outro) Hizib Sulthan An-nur Zyllah ku dekap erat di dada Guru... Ayah.. Ibu.. maafkan anak mu yang durhaka..!

