hidup, tidak bisa lagi kugapainya dirinya permata yang sulit kukejar dan andai kudapat harapan terang, menipu, ke arah sana mati langkah ini, terhalang perasaan yang fana masih, ada menemaniku menyeka, hujan basah dan dingin mencegah semua ketenangan di antara bising dunia, yang tak pernah berhenti aku memilih untuk menahan diri, menanti mati walau waktu terus memacu detak jantung yang rapuh aku tlah ingin menyerah meluruh, rasa ini malu biar menggapai datang menyeru setiap hati gundah karena di batinku, tidak untukku cerita yang mudah


