
[Verse 1] Jam dinding berdetak terlalu keras Menghitung waktu yang memisahkan kita [Vocal trailing lazily behind the beat] Kau hidup di menara kaca yang megah Sedangkan aku di atas tanah yang retak Kekayaanmu jadi dinding yang tebal Seolah waktu menolak niatku [Verse 2] Kemarin malam di bawah lampu jalan Kau genggam erat tanganku tanpa ragu Katamu cinta tak butuh harta benda Tapi tatapan dingin orang tuamu Sadar kan aku jarak kita terlalu jauh Aku hanya ingin hidup bersamamu [Pre-Chorus] Udara malam terasa semakin berat Waktu berjalan memaksa kita memilih [Chorus] Aku ingin membangun rumah tangga bersamamu! Menghabiskan sisa hidup kita di bumi ini! Meski dunia memandangku sebelah mata Cintamu yang besar adalah kekuatanku Kita berlari melawan takdir yang berbeda Di ruang ini hanya ada aku dan kamu! [Verse 3] Hari berganti kita terus berjalan Setiap detik pembuktian se-tia kita Mereka meminta harta yang belum kupunya Namun kau memilih bertahan di sisiku Menentang badai dari rumah megah itu [Improvisation] Waktu akan jadi saksi perjuangan Kita tak akan menyerah pada jarak [Verse 4] Biarkan jam terus berputar menentang kita Biarkan jurang di antara kita semakin dalam Asalkan tanganmu tetap di genggamanku Kita akan bangun rumah kita sendiri [Outro] Membina rumah yang seutuhnya... Hanya ada aku... kamu... dan waktu... [End]

