
[intro] [Verse 1] Ada hati yang remuk rindu Ada jiwa yang tak lagi mengeluh Dia berjalan dalam sunyi Namun hatinya penuh cahaya-Mu [Verse 2] Bukan karena amalnya Tapi karena Engkau yang membuka Dunia menjauh perlahan Namun hatinya justru semakin dekat [Chorus] Apakah Dia akan menolak Yang sudah mencium harum-Nya? Yang tenggelam dalam cinta Yang meninggalkan dunia karena-Nya? Tak mungkin Dia menjauh Dari hati yang telah luluh Karena yang mengenal-Nya Tak akan pernah dibiarkan sendiri... [Verse 3] Bukan banyaknya kata Bukan indahnya doa Tapi rasa di dada Yang menyebut Asma-Nya [Bridge – dengan petikan gitar & vokal penuh harap] Wahai Engkau Yang Maha Dekat Jika Kau izinkan jiwa ini mendekap Satu hembus cinta dari-Mu Lebih dari dunia dan seisinya... [Chorus – Ulang dengan kekuatan emosi lebih dalam] Apakah Dia akan menolak Yang telah rindu hingga hancur? Yang tak menginginkan apa pun Kecuali wajah-Mu yang luhur? Tak mungkin Dia menjauh Dari hati yang telah luluh Karena yang mengenal-Nya Tak akan pernah... dibiarkan sendiri [Outro – pelan dan hening] Apa sangkamu… Pada Dia… Yang ruh para ‘ārif telah dekat dengan-Nya? Mungkinkah… ditolak? [instrument] [end]

