
[Intro] (clean guitar, distant ambience) Aku pernah hilang… Aku pernah lupa… Tapi Kau tak pernah pergi… ⸻ [Verse 1] Aku pernah kejar bayang sendiri, Kejar dunia sampai lupa diri, Mengejar nama, mengejar pujian, Sampai hati jadi asing dalam badan. Aku pernah fikir aku kuat, Tak perlukan sesiapa untuk selamat, Tapi malam datang tanpa belas, Dan sunyi mula membuka topeng keras. ⸻ [Pre-Chorus] Bila semua yang aku pegang, Perlahan jatuh satu persatu, Baru aku sedar yang tinggal, Hanya Kau… ⸻ [Chorus] Masih ada jalan, Walau aku tersesat jauh, Masih ada tangan, Yang tak pernah melepasku. Bila dunia jadi gelap, Dan harapan hampir tenggelam, NamaMu tetap menyala, Menunggu aku pulang. ⸻ [Verse 2] Hari berganti aku masih sama, Masih tersandung pada dosa lama, Masih lalai pada perkara kecil, Yang perlahan-lahan membunuh jiwa. Kadang aku datang hanya bila susah, Kadang aku ingat hanya bila kalah, Namun setiap kali aku rebah, Kau masih buka pintu yang sama. ⸻ [Rap Verse] Aku tahu… Aku bukan manusia sempurna. Masih ada luka yang belum sembuh, Masih ada janji yang aku runtuh, Masih ada malam yang aku pilih dunia, Sedang hati tahu siapa yang sepatutnya. Aku cuba lari tapi tak ke mana, Semua jalan akhirnya kembali ke sana, Bila semua suara hilang dari kepala, Yang tinggal cuma Kau dan jiwa. ⸻ [Pre-Chorus] Bila semua yang aku kejar, Tak mampu isi ruang yang kosong, Baru aku faham selama ini, Aku mencari tempat yang salah. ⸻ [Chorus] Masih ada jalan, Walau aku tersesat jauh, Masih ada tangan, Yang tak pernah melepasku. Bila dunia jadi gelap, Dan harapan hampir tenggelam, NamaMu tetap menyala, Menunggu aku pulang. ⸻ [(Solo)] (emotional melodic guitar solo, singing bends) ⸻ [Bridge] Dan jika esok nafasku berhenti, Aku tak mahu pulang dengan sia-sia, Biarlah hati yang penuh cacat ini, Masih sempat mengenal cahaya. ⸻ [Final Chorus] Masih ada jalan, Selagi dada masih bernafas, Masih ada harapan, Selagi Kau belum menutup pintu. Bila dunia jadi gelap, Dan langkah mula hilang arah, NamaMu tetap menyala, Di hujung setiap musafir.

