
Tenang Menuju-Nya
[intro] 🎤 (Verse 1 – Penyanyi utama) Kukira jalan ke surga penuh lari Kukira harus banyak aksi tanpa henti Tapi kini aku mulai mengerti Ada jalan sunyi… yang lebih tinggi 🎶 (Respons – Audiens) Apa mungkin diam jadi jalan cepat? Bukankah harus giat, banyak taat? Apakah cukup duduk dalam pasrah? Lalu bisa sampai ke Hadirat yang indah? 🎤 (Verse 2 – Penyanyi utama) Wahai jiwa yang ingin sampai Dengarkan rahasia para salik yang damai Gerakan hati yang tenang dan yakin Lebih laju dari langkah yang bising 🎶 (Respons – Audiens) Jadi… bukan hanya gerakan luar? Tapi keheningan yang sadar? Bukan sekadar amal yang ramai, Tapi hati yang benar-benar berserah sampai usai? 🎤 (Chorus – Semua bersama) 🌟 Tenang menuju-Nya, itu jalan cahaya, 🌟 Bukan terburu, bukan guncang binasa. 🌙 Yang bersandar penuh dan rela kepada-Nya, 🌙 Mendapati jarak makin dekat… tanpa terasa. 🎵 (Bridge – Renungan dalam) Ada yang banyak amal tapi jauh dari-Nya Karena hatinya tak pernah bersandar sepenuhnya Dan ada yang diam namun dekat Karena pasrah dan cintanya melekat 🎤 (Verse 3 – Penyanyi utama) Bukan berarti diam tak berbuat Tapi hatimu tenang, tak mendebat Yang gelisah pada takdir-Nya Lambat sampai, meski lari ke mana-mana 🎶 (Respons – Audiens) Kami ingin belajar bersandar Tak hanya sibuk, tapi benar-benar sadar Agar jalan ini tak cuma ramai Tapi juga damai… dan sampai 🎤 (Final Chorus – Semua dengan harap dan khusyuk) 🌟 Tenang menuju-Nya, dengan yakin dan sabar, 🌟 Tak tergesa, tapi penuh sadar. 🌙 Yang berserah akan dilindungi-Nya, 🌙 Yang percaya akan dijemput oleh cahaya-Nya. 🎼 Penutup (lirih, menyejukkan): "Bukan banyak langkah yang mendekatkanmu, Tapi dalamnya sandaran hatimu." "Karena siapa yang tenang dalam pasrah, Akan tiba di sisi Allah… tanpa resah." [instrument] [end]

