[intro] [Verse 1] Zaman berganti, negeri meluas Dari Madinah ke Syam dan Irak Umat pun datang dari penjuru arah Bacaan Al-Qur’an mulai berbeda lafazh [Verse 2] Hudzaifah melihat, gundah hatinya "Perselisihan bisa pecah di dada umat kita" Lalu ia menuju Utsman yang bijaksana "Satukan suara, satukan ummah" katanya [Chorus] Mushaf Utsman, warna yang disatukan Satu bacaan, satu pedoman Dari huruf Quraisy, terang abadi Untuk dunia, hingga akhir nanti [Verse 3] Utsman pun panggil para ahli naskah Zaid bin Tsabit dan sahabat yang fasih lidah Disalin ulang mushaf Abu Bakar Dengan kehati-hatian dan ilmu yang mekar [Verse 4] Tujuh mushaf ditulis tangan Dikirim ke Kufah, Basrah, Yaman Yang lain dibakar untuk kesatuan Bukan untuk menghapus, tapi menjaga keutuhan [Chorus] Mushaf Utsman, jembatan zaman Di atas ukhuwah, dibangun pedoman Dari lisan ke lembaran suci Mengikat umat dalam janji ilahi [Bridge – syahdu dan puitis] Tak berubah satu huruf pun Sejak tangan sahabat menyusun Langit menjaganya dengan sempurna Hingga menyentuh hati-hati kita [Final Chorus] Mushaf Utsman, cahaya yang kekal Tak padam di musim, tak punah oleh waktu Dari Madinah hingga dunia mengenal Itulah mukjizat yang selalu baru [Outro – lembut dan haru] Kini kami baca, kami lantunkan Huruf yang engkau kodifikasikan Wahai Utsman, engkau pejuang wahyu Namamu hidup dalam mushaf yang bersatu [instrument] [end]