
Sudah Dijamin, Tapi Tetap Kau Kejar
[intro] 🎶 Verse 1 (Informatif) Setiap pagi kau bergegas mencari Rezeki yang sudah Allah sendiri yang menjamin pasti Tapi saat azan berkumandang di sekitarmu Langkahmu tak berubah, tak berhenti menuju nafsumu 🎶 Verse 2 (Argumentatif) Mengapa kau bersungguh dalam yang pasti Tapi lalai dalam yang menjadi tanggung jawab diri? Ibadah itu tugasmu, dunia itu urusan-Nya Tapi kau balik semua seakan kau lebih tahu dari-Nya 🎶 Chorus (Teguran Lembut) Sudah dijamin, tapi tetap kau kejar Padahal yang Allah minta justru sering kau tebar Kau tinggalkan shalat demi tawaran upah Kau lupakan Al-Qur’an demi angka dan gaji yang megah Kalau bashirahmu hidup, kau akan tahu Rezeki takkan tertukar walau kau tak buru Tapi amalan bisa terlewat Dan itu yang kelak paling disesali saat akhir hayat 🎶 Verse 3 (Interaktif & Reflektif) Coba tanya pada hatimu yang sibuk Apakah benar dunia ini tujuan yang paling cukup? Ataukah kau hanya tertipu oleh waktu Yang terus berjalan tanpa membawa rida Tuhanmu 🎶 Bridge (Argumentatif & Puitis) Bashirah padam—saat kau tak tahu mana perintah Bashirah padam—saat rezeki jadi berhala dalam langkah Tapi jika hatimu hidup dan cahayanya nyala Kau akan mendahulukan ibadah dari segalanya 🎶 Chorus (Ulang - Penegasan) Sudah dijamin, tapi tetap kau kejar Padahal yang belum pasti adalah hisab di akhir kelak Rezeki takkan lari, tapi shalat bisa hilang Dunia datang pergi, tapi amalmu kekal dan terang 🎶 Outro (Doa & Ajakan) Ya Allah… Nyalakan kembali bashirah yang mulai redup Berilah kami pandangan jernih, bukan sekadar hidup Agar kami tak salah memilih Antara tugas kami… dan janji-Mu yang tak pernah mungkir [instrument] [outro] [end]

