[Verse 1] Sabar bukan diam tanpa rasa, Ia berdiri walau hati terluka, Ada sabar menahan marah di dada, Ada sabar terus taat walau jiwa letih meminta. Ada sabar bila nikmat menguji, Tak lupa Tuhan saat hidup meninggi, Ada sabar ketika hilang dan pergi, Masih percaya… Yang mengatur tidak pernah zalim. ⸻ [Pre-Chorus] Sabar bukan lemah menunggu masa, Ia kuat kerana tahu siapa Yang Maha Kuasa. ⸻ [Chorus] Sabar itu tingkat demi tingkat, Bukan semua terus sampai ke puncak, Ada sabar dari menahan nafsu sesaat, Ada sabar yang lahir setelah jatuh dan bangkit. Sabar itu bukan kalah dengan dunia, Ia menang kerana hati dijaga, Yang memilih sabar di saat tertekan, Sedang membina diri… Tanpa sedar sedang dimuliakan. ⸻ [Verse 2] Ada sabar dari meninggalkan dosa, Walau peluang terbuka luas di mata, Ada sabar terus berbuat kebaikan, Walau penat, walau tidak dipandang manusia. Ada sabar menerima ketentuan, Tanpa mempersoal keadilan Tuhan, Bukan semua dijelaskan sekarang, Ada hikmah… Yang hanya faham bila iman matang. ⸻ [Pre-Chorus 2] Yang tergesa mahu semua berubah, Sering lupa… Buah sabar masaknya perlahan tapi indah. ⸻ [Chorus] Sabar itu tingkat demi tingkat, Ada yang diuji dengan kekurangan, Ada yang diuji dengan kemewahan, Namun yang sabar tetap sama… Tidak melampaui batas dan iman. Sabar itu bukan sekadar bertahan, Ia memilih redha dalam tekanan, Dan siapa yang sabar kerana Tuhan, Tidak pernah rugi… Walau dunia belum memihak kepadanya. ⸻ [Bridge] Sabar mengajar hati untuk tenang, Walau jawapan belum datang, Sabar mendidik jiwa untuk kuat, Tanpa perlu menjerit pada keadaan yang sesak. ⸻ [Final Chorus] Sabar bukan menunggu tanpa usaha, Ia berjalan bersama doa, Bila sabar dijaga berterusan, Hikmah hadir… Bukan sebagai hadiah, Tetapi sebagai pembentukan. Sabar itu seni orang beriman, Diamnya berisi, kuatnya berlapik, Yang sabar hari ini mungkin tidak dipuja, Namun di sisi Tuhan… Mereka sedang diangkat setingkat demi setingkat.