
Ditolak Tapi Diberi
[intro} π€ (Verse 1 β Penyanyi utama) Kupanjatkan doa, tak langsung terkabul Kubuka harapan, tapi jalan tetap buntu Kukira Allah sedang menjauh Tapi ternyata... aku yang tak tahu πΆ (Respons β Audiens) Apakah berarti doa kami sia-sia? Jika permintaan tak juga diterima? Apakah penolakan itu murka? Atau ada sesuatu yang lebih bermakna? π€ (Verse 2 β Penyanyi utama) Wahai pencari karunia, dengarkan... Penolakan bukan akhir perjalanan Kadang Allah tak beri yang kau minta Karena Dia ingin beri yang lebih utama πΆ (Respons β Audiens) Jadi... Jika kami gagal meraih sesuatu Itu bukan berarti Tuhan tak rindu? Mungkinkah itu bentuk cinta juga? Walau tampaknya seperti kecewa? π€ (Chorus β Semua bersama) π Ditolak tapi diberi, siapa sangka? π Tak semua yang ditahan itu celaka. π Jika cahaya faham datang menyinari, π Kita akan tahu: inilah bentuk ilahi memberi. π΅ (Bridge β Renungan dalam) Kau minta dunia, Allah beri sabar Kau minta kelapangan, Allah beri sadar Kau minta terbuka jalan Allah tutup... agar kau kembali ke pelukan Tuhan π€ (Verse 3 β Penyanyi utama) Jika yang ditahan membuatmu lebih dekat Jika yang ditolak menjadikanmu kuat Maka itu bukan hukuman berat Tapi hadiah dalam wujud yang tak kau sangka-sangka πΆ (Respons β Audiens) Kami kini belajar memahami, Bahwa tidak semua hadiah terbungkus indah Ada yang berupa luka sementara Tapi menyelamatkan jiwa selamanyaβ¦ π€ (Final Chorus β Semua dengan khidmat dan harap) π Penolakan yang berisi cahaya, π Lebih baik dari pemberian yang gelap tak bermakna. π Tuhan menahan bukan karena benci, π Tapi karena cinta-Nya tahu yang terbaik bagi hati. πΌ Penutup (lirih dan menguatkan): "Tak semua yang hilang itu kerugian, Tak semua yang datang itu kebaikan, Tapi semua yang disertai cahaya faham... Adalah bentuk anugerah dari Tuhan." [instrument] [end[

