[intro] [Verse 1] Banyak yang memulai dengan semangat Menyebut-Mu pagi dan malam Namun hanya yang ikhlas bertahan Saat lelah datang dan dunia memanggil pulang [Verse 2] Bukan karena kuat Tapi karena cinta yang lurus Bukan karena ingin dilihat Tapi karena jiwa yang tulus [Chorus] Hanya yang ikhlas Yang bertahan menyebut nama-Mu Yang tetap berdzikir Meski sendiri, meski sunyi, meski tak dilihat siapa pun Hanya yang tulus Yang menjadikan-Mu tujuan Yang menyebut Asma-Mu Bukan sebagai ritual… Tapi karena rindu yang dalam [Verse 3] Terkadang mulut bisa lelah Namun hati mereka tak pernah lepas Karena dzikir bukan beban Tapi detak nafas yang menghidupkan [Bridge – sunyi dan lembut] Ya Allah… Bersihkan niatku dalam mengingat-Mu Jangan biarkan dzikirku untuk selain-Mu Biarlah aku kalah dalam banyak hal Asal tak kalah dalam mencintai-Mu [Chorus – ulang dengan kekuatan rasa] Hanya yang ikhlas Yang bertahan menyebut nama-Mu Yang tetap berdzikir Meski sendiri, meski sunyi, meski tak dilihat siapa pun Hanya yang tulus Yang menjadikan-Mu tujuan Yang menyebut Asma-Mu Bukan sebagai ritual… Tapi karena rindu yang dalam [Outro – pelan dan reflektif] Tak semua yang berdzikir Benar-benar mengingat Tapi yang ikhlas… Akan tetap menyebut-Mu Meski dunia tak lagi mendengar [instrument} [eng]

Comments are disabled on this song